Feed on
Posts
comments

Kemana Perginya Waktu?

I’ve been questioning myself lately,,“If I had love,, would I take it or leave it?” Considering it wont last forever and the fact that my heart cannot endure any loss anymore,, I would leave it! But I do really hope to give it a try,, to take it,, to embrace it,,to feel it again,,

My friend said,, whether I am afraid or not,, It wont change anything that has been destined,, it wont change the reality that nothing last forever,, so why bother so much?! Right?!,, On second thought, Okay,, I’ll take it,, it’s already hard for me to fall in love anyway,, but,, there it goes,, It’s not that easy!!,, langsung aja bermunculan pagar-pagar penghalang yang siap menghadangku untuk melintasi perbatasan itu,, sehingga memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru dalam pikiran dan hatiku,, “Menyerah saja sampai disini sekarang sebelum terlambat atau berusaha terus dan siap menerima segala resikonya nanti?”,, Aaarrrrrggggggg!!!!

Sudah siapkah aku untuk masuk ke dalam medan pertempuran yang menguras tenaga, hati, pikiran dan air mata itu dan mengharapakan kebahagiaan yang kudapat sesudahnya?? Sudah siapkah aku mengorbankan begitu banyak waktu sementara waktu itu sendiri telah jauh meninggalkan aku?? Ya Tuhan,, kemana perginya waktu?? Aku butuh lebih banyak waktu…

Kemana Perginya Waktu?

Kemana perginya waktu?

Sejenak tadi masih kurasakan dia ada bersamaku

Mendengar gelak tawaku yang bersahut

Mengusap titik peluhku yang terjatuh

Melihatku menjalani hari-hariku

Kumengira dia masih ada di dekatku

Hingga saat kuberpaling dia telah berlalu…

Kemana perginya waktu?

Aku butuh lebih banyak waktu

Untuk mengangkat beban dipundak ini

Untuk menyembuhkan luka di hati ini

Untuk mengajariku bagaimana cara mencintai

Untuk membantuku menemukan kebahagiaan lagi

Agar aku bisa merasakan hidup kembali…

Kemana perginya waktu?

Beri aku lebih banyak waktu lagi

Hanya untuk berdiri lagi…

Berjalan lagi…

Berlari lagi…

Dan mengejar lebih banyak waktu lagi..

Kosong

Tidak ada hal yang abadi sifatnya di dunia ini,, Keberadaan manusia itu sendiri pun juga tidak abadi,, apalagi perasaan yang dimilikinya,,

 

Seorang anak yang lahir ke dunia ini,, bak sebuah kanvas putih yang kosong,, sementara orang tuanya adalah pelukis yang akan menuangkan segala apa pun yang ingin dilukis dalam kanvas tersebut,,

 

Adalah sebuah lukisan indah yang dilukis orang tuaku dalam anganku,, mereka menciptakan suatu gambaran hidup yang sempurna untuk seorang anak bisa bayangkan,, sehingga aku sebagai anak mereka percaya bahwa hidup itu indah dan bahagia,,  Karena ingin selalu memberiku kebahagiaan mereka lupa untuk memperkenalkan atau setidaknya memperingatkan aku tentang Ketidakabadian,,

 

Adanya Ketidakabadian ini membuat aku kehilangan banyak hal yang aku rasa akan kumiliki selamanya tapi nyatanya tidak,,

Waktu, Keluarga, Kasih sayang, terlebih Cinta,,

Dia membuat aku bingung,, sedih,, dan takut,,

Aku bingung karena hal-hal yang ada di hadapanku begitu mudahnya berubah dan juga tiba-tiba bisa hilang dalam sekejap mata,,

Aku sedih karena merasa dibohongi selama ini,, hal-hal yang aku percayai keberadaannya ternyata hanya kesemuan semata,,

Dan aku takut,, kehilangan lebih banyak hal lagi,, takut berharap terlalu banyak pada hidup yang akhirnya hanya mengecewakanku lagi dan lagi,,

Takut atas ketidakabadaian itu sendiri,,

 

*Tidak Banyak yang bisa dilakukan saat kita merasa takut…*

Dan sungguh aku tidak bisa melakukan apa-apa…

 

 

Bagaimana aku bisa menjelaskan kepada mereka perasaanku yang seperti ini…

Aku juga tidak pernah menyangka dalam fase hidupku yang hanya sekali ini akan mengalami hal seperti ini… akan memiliki suatu perasaan seperti ini…

Sungguh aku ingin selalu bisa membahagiakan orang-orang yang aku sayangi dan menyayangi aku,, semampuku,,

But I’m not a Perfect person,, and I’m also not a Robot… I cannot tell my heart what to do,, and what I want to do,, God knows I’ve tried hard to mend my own heart… but I need time… I know 2 years had passed and I’m not getting younger… but I just need more time,, I still have much time,, I don’t know how long,, but please give me more time,, give my heart time to mend… or it’s just gonna bleed again…

 

*Padahal waktu yang kuketahui (sekarang) tidak bisa menyembuhkan luka,, tapi hanya menundanya untuk sementara,, hanya menunda,,*

 

 

 

 *Saat hati kita tidak bahagia,, maka kita juga tidak akan mampu membahagiakan orang lain*… ternyata kebahagiaan itu juga berjalan dari dua arah yang berlawanan menuju satu titik yang sama… seperti halnya cinta… sementara aku menyangsikan keberadaan cinta… lalu apakah aku juga akan menyangsikan kebahagiaan?… Sementara hanya itulah yang aku cari dalam hidupku…

 

*Tidak ada hal yang lebih menyesakkan jiwa selain kehilangan satu-satunya keyakinan dalam diri kita… menjadikanku,, Kosong…*

 

,,Lost in confusion,,  

 

 

Pernahkah kau merasa tidak pernah merasa sepi

Pernahkah kau merasa tidak pernah merasa sunyi

Aku tak pernah

Aku selalu merasakannya

Kosong…

Kosong…

 

Pernahkah kau terbangun dan merasa semua semu

Pernahkah kau inginkan lari dari dirimu kini

Itulah aku

Aku selalu merasakannya

Kosong…

Kosong…

 

_Monty Tiwa-Kosong_

Do It!

Akhir-akhir ini gw sering menjadi tempat curhat temen gw,, *hey that’s what friends are for, right? At least one of it*,, sebenernya dia bukan curhat ya.. lebih tepatnya si whining,, jadi kata curhat kurang tepat,, kayaknya Curkel *agak ga enak didenger yah?!* alias Curahan Keluhan lebih cocok,, Keluhannya ditujukkan kepada Ayah-Ibundanya dan the main issue is “MONEY”,,

Temen gw ini orangnya super duper impulsive buyer kronis tingkat tinggi,, tapi karena fresh graduate dan masih pengangguran,, tentunya sumber penghasilan dia hanya berasal dari “minta duit Ayah-Ibundanya”,, dan jika Money jadi main issue disini, itu karena she doesn’t get (Enough) what she wants to fulfil the desire to be an impulsive buyer from her parents,, Menurut dia, orang tuanya tuh ga pernah tau kebutuhan ‘anaknya’,, pelit,, perhitungan ma anak sendiri,, and I swear God she said she hates her mother for that,,
Sebagai orang ketiga,, yang dapet informasi dari temen gw doang,, sepenuhnya gw ngerti perasaan temen gw,, karena toh gw juga pernah berada di posisinya dia,, (Berhubung kedua orang tua gw “Hemat”nya bukan maen,, jadi setiap gw pengen sesuatu dan minta ke Nyokap gw,, beliau pasti bilang, “Minta Ayah aja!” *Masuk akal karena nyokap ga kerja dan cuma bokap sumber penghasilan keluarga gw!*,, ehh pas gw nyodorin ‘proposal’ ke Bokap, beliau malah bilang,, “Prihatin, nak!”,, akhirnya gw cuma manggut-manggut trus ngacir dengan tangan hampa,, *hiks*,, tapi yahhh,, harus gw akui dan sadari ada banyakkkkkkkk kebutuhan gw yang ga terhitung jumlahnya,, yang secara ga sadar sangat gw butuhin, mereka penuhin,, jadi I cannot complain!!),,
Sebenernya si,, ada banyak hal yang sebagai anak kita suka ga sadar bahwa orang tua kita *tanpa kita meminta* telah mengivestasikan dalam jumlah besar uang mereka buat kita,, sangat besar dan tak ternilai,, Maksud gw,, mereka tuh kerja banting tulang,, berangkat jam 6 pagi dan baru pulang jam 6 malem,, yahh semata-mata cuma dapet gaji berupa uang yang ujung-ujungnya ya juga buat kita, anaknya,, ga lari kemana tuh duit!!

Cuma masalah ‘Bersyukur’ aja yang ada di kasus temen gw ini,, kalau dia masih bisa tinggal di sebuah rumah yang cukup *bahkan lebih* layak,, tidur di kasur yang empuk,, mandi air bersih 2x sehari,, bisa makan-minum tanpa harus ‘turun ke jalan’,, bangun siang tanpa ada yang marahin,, nonton sinetron atau dvd di layar TV beberapa inches,, menggegam bahkan sampe mengeloni sebuah *atau lebih* HP canggih dengan camera beberapa mega pixels,, keluar naik kendaraan pribadi *padahal ya milik Ortu juga*,, mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi,, pakai sandal yang banyak pilihan,, sepatu yang ga bolong,, punya baju selemari penuh *lagi-lagi bahkan lebih*,, maw ngetik ada computer di rumah juga ada lap top yang bisa dibawa kemana-mana,, mengoleksi novel dari penulis favourite-nya,, beli semua dvd film terbaru yang belom ditonton,, dan banyaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk lagi!! Apa dia masih harus menuntut lebih dari orang tuanya?!! Lalu apa pandangan gw dan elo semua yang baca postingan ini ke temen gw ini?! “GA TAU DIRI!!!” ya kan?!!,,

Padahal ada banyakkkkkkkk anak di luar sana yang “Ga seBERUNTUNG” dia,, atau bernasip “SEBAIK” dia,, bahkan mungkin temen kita sendiri yang ada di sekitar kita,, Gw punya temen SMA yang makan siang cuma pake nasi ma telor ceplok doank!! Dan hal ini ngebuat gw SANGAT kaget!! Bisa makan gt cuma pake telor ceplok doank?!! (Iya emg gw separah itu!!),, atau yang tinggal di rumah yang ga bertegel,, alias lantainya masi tanah,, atau yang masi pake lampu dengan kekuatan minyak gas *apa tuh namanya gw lupa?!! Petromah?!*,, tapi sumpah gw tetep suka bertemen ma mereka,, gw juga betah berlama-lama di rumah mereka,, dan merasa nyaman,, tapi coba kalo itu rumah gw sendiri?! Apakah gw bakal marah ke ortu gw??!!atau benci ke mereka?!! Ato gw bakal menjadi anak yang bisa bilang “I could not ask for more”??! dan tetep bisa mensyukuri segala nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT,, *The answer is remained secret!*

Seraya menulis postingan ini,, gw pun bercermin diri,, I am not a perfect kid,, I’m a rebellious one who cannot get satisfaction,, *Halah* I always ask for more from my parents,, walau gw hidup sangat berkecukupan tapi gw masi suka ‘Protes’ ke mereka karena gw sering mendapati rumah gw ga ada makanan sehingga gw jadi pelanggan tetap kantin kampus atau tempat kerja gw dan bahkan uda ga punya urat malu lagi ‘minta makan di rumah temen gw!’,, *Jangan ngajak gw ke rumah lo-lo pade,, dijamin makanan di rumah lo bakalan ludes semua!! Ato ga sembunyiin semua makanan sebelom gw dateng di tempat yang aman tersembunyi,, itu juga belom tentu gw ga bakalan nemuin,, karena emang daya penciuman gw terhadap makannya kuat banget!! It’s a gift, guys!! Ga percaya?!! Bisa di-Crosscheck ke temen2 deket gw yang sering gw datengin rumahnya!!hehehehe*,, ato juga karena masalah sepele seperti gw bilang ke nyokap kalo gw ni kurang Gizi,, makanya rambut gw rontok,, yang akhirnya nyokap gw *mgkn merasa bersalah juga* memberi amanat ke ‘mbak’ gw buat bikinin gw Fresh Juice everyday,, dan banyak lagi,, padahal gw itu uda kerja and punya penghasilan cukup buat diri gw sendiri,, tapi yahhh kok masi aja merong-rong orang tua gw,, MALU!!

*Doakan anakmu ini Yah,, Bu,, biar bisa benar-benar Mandiri!*,, dan tentu saja gw amat sangat bersyukur,, *seperti yang nyokap gw selalu ngingetin,, untung gw punya orang tua yang mampu memberikan gw kehidupan lebih dari layak*,, Terima Kasih Ayah dan Ibuku,, Terima kasih Allah SWT atas segala nikmat yang Engkau curahkan kepadaku,, Amien,,

Menunggu Hati

Hanya menunggu

Menunggu saja

Menunggu hatiku

Menunggunya terbuka,,

Aku yang bersalah

Telah banyak melakukan kesalahan

Menyakitinya hingga sebegitu rupa

Hingga dia tak mampu mencinta

Tak mau terbuka

Tak mau berusaha

Hanya mau menyerah saja

Bukan sesiapa

Tapi aku yang bersalah

Maka kubiarkan dia begitu

Entah sampai kapanpun

Kapan dia mau kembali mencinta

Aku tak kan memaksakannya

Tak peduli berapa lama

Kubiarkan saja

Aku hanya bisa menunggu

Kehampaan

Hanya melihat ke dalam hati

Mungkin juga mencari-cari

Suatu rasa yang tersembunyi

Jauh di dalam sini

Aku ingin menemukannya

Aku ingin melihatnya

Hanya untuk memastikannya

Bahwa ia ada

Lama waktu telah terlepas

Banyak cara telah dibuat

Hasil tak ada hanya tersia

Meninggalkan kehampaan tiada tara

Alkisah Joel yang heran mendapati kekasihnya Clementine tiba-tiba tidak mengenalinya lagi saat bertemu dengannya,, ternyata Clementine telah menghapus Joel dari ingatannya,,

Karena kecewa, mungkin juga sedih akhirnya Joel memutuskan untuk melakukan hal yang sama,, mengapus Clementine dari ingatannya,,

Tapi saat proses penghapusan memory tentang Clementine berlangsung,, ada banyak kenangan indah yang penah dilalui bersama Clementine yang juga ikut terhapus, dan Joel merasa sayang atau tidak rela ingatan tertentu ini terhapus,,

Sehingga saat proses penghapusan ingatan ini Joel justru berusaha mengajak Clementine ‘lari’ agar Clementine tidak hilang dari ingatannya,, tapi karena Joel sebenarnya dalam keadaan tidur, usahanya sia-sia,, Clementine pun berhasil dihilangkan dari ingatannya,,

Dua orang yang dulu pernah saling mencintai, sekarang justru tidak saling mengenali,, Clementine tidak mengenali Joel lagi dan sebaliknya Joel juga tidak mengenali Clementine lagi,, sehingga saat mereka berdua tidak sengaja bertemu kembali, mereka justru mengulang perkenalan mereka lagi,,

*Ingatan bisa saja dihapus, dilupakan, atau bahkan dimanipulasi,, tapi apakah hati bisa?*,,

——————————————————————————————————-

Seberapa banyak kau telah menyakiti aku,, mengecewakan aku,, membuat aku menangis,, tapi kau juga telah banyak membuat aku tersenyum, tertawa, dan bahagia,,

Maka dari itu, aku tidak akan menghapusmu dari ingatanku,,

Saat pertama kali kita pergi ke bioskop, pertama kali kau menggenggam tanganku, dan pertama kali kau menciumku,, aku masih ingat semua,, ingat semua,,

Juga,, saat-saat dimana aku bersedih dan menangis karenamu,, aku ingat,, dan juga kenapa kita berpisah? Aku masih ingat,, dan akan ingat selalu,, supaya tak ada selintas pun niat untuk bersama lagi,,

Aku akan tetap ingat semuanya,, di dalam suatu kenangan yang ku bingkai di sudut hatiku,,

1188347164.410859_PP07082900003.JPG

Ada sebuah pertanyaan baru yang diajukan ke gw sekarang,, yaitu adalah “Gimana, uda punya pacar, Ca?”,, bahkan Bokap gw bilang bakal menghibahkan Hp E90 yang baru2 ini dibeli ke gw klo gw punya pacar… Wahhh,, Heboh!!!

Klo gw inget-inget lagi,, oia gw uda hampir 2 tahun men-Jomblo!!Hahaha,, pantes orang-orang disekeliling gw mulai ribut,, resah,, gelisah,,

Wartawan Infotaintment: Kenapa sampai sekarang mbak Icca masi belom maw pacaran?”

Icca: … begini ceritanya… (Bakalan panjang ini jawabannya!!!)

——————————————————————————————————

Hampa…

Yang kurasakan kini dalam hatiku hanyalah Kehampaan,,

*Mudah menemukan orang yang mencintaiku tapi susah menemukan orang yang aku cintai,, sepenuh hatiku,, setulus cintaku,,*

Ketidakmampuanku mencintai seseorang inilah yang membuatku masih tetap jomblo sampai sekarang,, kalau memang tujuan gw cuma pengen punya pacar,, bisa aja,, mungkin dari awal gw uda pacaran lagi, lagi, dan lagi,,

Tapi bukan itu yang gw maw,, bukan hanya sekedar seorang pacar,, bukan hanya status,, bukan hanya seorang pasangan,, tapi jauh lebih daripada itu semua,,

Mungkin gw kena Karma kali ya,,

Dulu,, semua terasa begitu mudahnya,,

Sekarang,, semua terasa begitu hampa,,

Tapi mungkin juga karena belum menemukan seseorang yang bisa bikin gw mencintai dia dengan tulus-ikhlas,, tanpa pamrih,, hanya ingin memberi kebahagiaan kepadanya,,

Jadi inget *Dia*,, ya Dia lagi, dia lagi,,

Padalah aku sudah akan melupakannya,,

Tapi kalo gw inget-inget lagi emang selama gw jomblo ini,, hanya *Dia* yang bisa ngebuat gw merasakan murninya cinta itu lagi,,

Hanya Cinta yang aku rasakan padanya,,

Hanya dengan melihat wajahnya dari dekat dan melihat bayangan diriku terpantul di kedua bola matanya saja,, aku bisa sangat bahagia,,

Menyadari cinta itu ada,, cinta itu nyata,, begitu bahagianya,,

Karena sekarang aku mulai menyangsikan keberadaan cinta itu sendiri dalam dunia nyata,,

Kemaren pas gw ke nikahan temen gw SMA, gw ketemu dosen Sastra gw untuk mata kuliah ETIKA,, dosen yang akan selalu kukenang namanya dan wajahnya,, bukan karena ketampanan atau kepandaiannya,, (walaupun mungkin iya,, atau tidak?!) tapi karena ajarannya tentang “Ketidakabadian”,, beliau bilang tidak ada hal yang abadi di dunia ini,, termasuk kebahagiaan,, sehingga mematahkan semua kepercayaan dan keyakinan yang selama ini aku genggam,, aku anut,, dan meninggalkan aku dalam kehampaan,, kehampaan tiada tara,,

Padahal kita semua sudah tahu tidak ada yang abadi di dunia ini,, lalu apa yang selama ini kita lakukan? Hanyalah menipu diri kita sendiri,,

Manusia memang suka menipu dan ditipu,, karena kebenaran,, kejujuran,, kenyataan,, kadang terlalu kejam untuk dihadapi seorang manusia,, sehingga mereka rela menipu dirinya sendiri agar tidak terlalu sakit hati,, tidak terlalu menderita,,

Tapi aku tidak mau menipu diriku sendiri lagi,, selama ini aku telah puas ditipu oleh gambaran indah kehidupan yang membuatku menjadi lemah,, tidak bisa menghargai hidup,, dan ketidak abadiannya,,

Baik-Buruknya,,

Indah-Jeleknya,,

Bahagia-Menderitanya,,

Senang-Sedihnya,,

Cinta-Bencinya,,

Semuanya akan aku terima,, akan aku jalani,, semampuku,, selama aku hidup,,

Aku ingin menulis

Jiwaku seperti terpanggil,,

Telah lama dia terdiam,,

Dan aku hanya membiarkannya,,

Terbang melayang dalam lamunan berkepanjangan,,

Seperti mati,,

Bukan karena sebuah cerita yang kulihat dalam layar kaca

Atau yang kubaca dalam beratus lebar putih,,

Tapi memang inilah diriku yang dulu,,

Diriku yang sekarang,,

Dan diriku di masa mendatang,,

Aku ingin menulis,,

Itu saja,,

Tak Kan Sampai Disini,,

…And the Story goes…

 

Harus kuberi poin tambahan untuk JAB-man,, karena dia mengobati luka-lukaku baik itu di kedua lenganku maupun kakiku,, (Total ada sekitar 12 luka memar disekujur tubuhku yang teridentifikasi),,

Dan saat mengoleskan cream di sikuku yang tergores dia berkata, “mungkin ini agak perih!”,, tapi ternyata tidak perih sama sekali,, mungkinkah karena dia mengusapnya dengan sangat lembut dan hati-hati?,,

Bukankah ini seperti sebuah cerita diawang-awang dimana serta merta kita jatuh cinta kepada orang yang telah menyelamatkan nyawa kita???,, Haruskah kuungkapkan rasa cintaku padanya saat itu juga,, hohoho,, (tertawa kecut)

Tidak,, aku tidak jatuh cinta padanya,, tapi setulus hatiku aku berucap ‘terima kasih’ kepadanya karena menyelamatkan diriku,, ingin kumemeluknya dan mungkin menciumnya saat melihatnya lagi,, sebagai tanda terima kasihku,, tapi kupikir akan terlalu berlebihan bukan?!,, jadi aku hanya menjabat tangannya,,

*Biar Gusti Allah yang bales!*,,

Walau awalnya kumengira dia hanya seperti ‘Bastard’ lainnya yang sering kujumpai,, tapi dia sedikit berbeda bukan?!,, mungkin aku salah menilainya,, maafkan aku,,

 

Bagaimanapun juga,, aku bisa melihat Rafting ini sama seperti sebuah kehidupan,,

Maksudku sama seperti hidup bukan?? Saat kita menjalani hidup,, kita harus siap-sedia,, ‘memakai helm, memakai pelampung, membawa dayung’,, dan juga mengumpulkan seluruh keberanian kita untuk mengarunginya,,

 

Sama dengan hidup,, saat ingin mencapai tujuan pasti ada saja yang namanya halangan, rintangan, dan resiko,, saat ditengah jalan kita terjatuh, hanyut dan tenggelam,, apa kita akan menyerah begitu saja??

Mungkin kita butuh bantuan orang lain untuk bangkit lagi,, tapi kita tidak bisa menyerah begitu saja,, melupakan tujuan awal kita,, kita harus mencapai tujuan kita,, cita-cita kita,, keinginan kita,, sehingga kita tahu hasil akhirnya,, rasanya saat mencapainya,, dan yang pasti itu adalah suatu kebahagiaan yang tak ternilai harganya untuk kita,,

 

Seandainya saja aku menyerah saat itu juga,, maka aku tidak akan pernah taw rasanya Rafting,, aku akan hidup dalam trauma dan ketakutan selamanya,, hanya karena satu rintangan yang seharusnya sudah kuantisipasi tapi karena kelalainku sendiri itu terjadi,,

Yang terjadi memang sudah seharusnya terjadi bukan? Lalu apa yang harus aku lakukan,, lari dari kenyataan? Tentu Tidak! Aku harus menghadapinya,, it’s my fault,, it’s my dream,, it’s my risk,, and most of all,, It’s my life,,

 

Kenapa harus takut?

Kenapa harus merasa trauma terus?

Kenapa menyerah sampai disini saja?

Kenapa tidak mati saja kalau memang sudah menyerah?

Tapi aku tidak mau menyerah sampai disini saja,,

Aku tidak mau mati,,

Aku mau hidup,,

Karena ini hidupku,,

Dan hidupku sendiri,,

Dia Sudah Tahu

Ada banyak lintasan angan dalam pikiranku,,

Ada banyak rahasia yang kupendam dalam hatiku,,

Ada banyak doa yang kuungkap dalam sholatku,,

Ada banyak harapan untuk masa depanku,,

Namun tak satu pun diantaranya terlewat olah-Nya,,

Tak ada satu pun yang tak diketahui-Nya,,

Dia sudah tahu semuanya,,

Dia tahu semuanya,,

PS:

*I love those who can not love me

But I can not love those who love me,, *

I called myself as a Survivormatic,,
Survivormatic is Someone who automatically can or will survive in any condition of life,,

Rafting,,
Uda lama banget gw pengen rafting,, semua temen gw ampe uda gw pesenin atu-atu,, “Kalo maw rafting ngajak gw, ya!”,, ato gw ajakin “Rafting yuk!!!”,, tapi ga kesampean juga,,
Tapi Allah memang Maha Pendengar dan Pemberi,,
Seperti mendengarkan keinginanan hambanya dan mengabulkannya,, ehh,, kok pas iya kantor gw ngadain acara Rafting,,
Subhaanallah,,
Yahhh tentu saja gw langsung ikutan,,

*Mari kita ‘skip’ semua cerita perjalanan hingga saat Rafting saja,,*

Laki-laki yang mengenakan kaos hitam itu (Yang dari tadi ngeliatin gw,, bukannya gw Ge-eR,, tapi beneran!!Sempet gw mikir ini orang pasti ‘Just Another Bastard!’ – makanya gw ngasi julukan ke dia ‘JAB-man’!) sedang memberikan pengarahan dan membagi kami dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari lima orang,,
Ada beberapa instruksi yang dia perkenalkan,, seperti cara memegang dayung dan mengayuhnya (Dari sini aku pikir lebih baik aku memilih posisi sebelah kiri,, karena tangan kananku lebih kuat maka ayuhanku akan lebih kuat!) juga Warning! seperti “kiri maju, kanan maju, kiri mundur, kanan mundur dan juga bagaimana posisi tubuh saat melewati BOOM!! (untuk setiap akan melewati air terjun)”,,
Lalu laki-laki itu mengarahkan kami untuk mengambil dan memakai semua perlengkapan Rafting,, seperti dayung, helm, dan juga pelampung berbentuk rompi,,
Setelah semua perlengkapan dipakai,, Off we go to the starting point!!

Dari atas aku bisa melihat arus air sungainya yang berada dibawahku cukup deras,, dan satu demi satu perahu karet pun meluncur terbawa arus,,
Aku merasakan gairah dari dalam tubuhku,, tak sabar untuk segera berada di perahu karet itu dan berarung jeram,,
Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku seraya melihat derasnya arus sungai itu,, “Seandainya saja ada yang terjatuh atau tercebur,, apakah aku mau terjun dan menyelamatkannya?”,, entah mengapa aku punya pikiran seperti itu,, tapi yahh aku segera melupakannya karena giliran kelompokku sudah tiba,, Hore!!!

Aku sedikit grogi,, gemetar,, dan deg-degan saat mulai munuruni tangga itu dan saat melangkahkan kakiku pelan-pelan kedalam perahu karet yang masih terikat,,
Perahunya bergerak-gerak sedikit karena terkena arus saat aku duduk ditempat yang sudah aku rencanakan yaitu disebelah kiri,,
Sebenernya aku juga ingin duduk di depan karena pasti lebih seru,, tapi sepertinya ‘wanita’ selalu diposisikan ditengah,, jadi yahh,, tengah pun bolehlah,,
Setelah duduk, aku mendongak melihat keatas,, kearah temanku lebih tepatnya yang masih menunggu giliran,, lalu melambaikan tanganku,,
Kejadiannya begitu cepat,, aku merasakan perahu bergerak ke kanan secara tiba-tiba dan aku kehilangan keseimbangan,, alhasil aku pun terlempar jatuh ke dalam sungai dengan posisi tubuh ke belakang,,

Aku bisa merasakan air sungai menyapu wajahku,, lalu tubuhku mengapung tapi tertahan oleh perahu,, “Oh No,, I’m under the boat!!”,, Aku tahu kalau aku tetap berada dibawah perahu aku tidak akan bisa mengapung dan bernafas,, tapi untung saja arus menyeretku keluar dari bawah perahu,, dan aku terbawa arus tak berdaya,, ada banyak pikiran yang terlintas dalam otakku saat itu,,
“Kok mesti aku sih?!”
“Sampai kapan aku terbawa arus?”
“Orang-orang di atas itu kok cuma ngeliatin aja sih?”
“Oia,, kepinggir,, pegang sesuatu supaya ga terbawa arus!”
“Lebih baik tengkurap biar tangan lebih gampang meraih!”

Aku berusaha meraih beberapa semak belukar dipinggiran sungai dan hasilnya aku hanya mencabuti semak belukar itu karena terlalu tipis untuk menahan badanku dan melukai jemariku dengan sukses,,
Setelah berusaha meraih semak-semak dan gagal,, aku melihat ke arah depan dan kulihat akan ada terjunan di depan,, seketika itu juga otakku memerintahkan tubuhku untuk kembali terlentang!
Dan Icca pun merasakan dasyatnya BOOM!! Tanpa perahu!!
(Seorang wartawan menyodorkan mic sambil bertanya “Bagaimana rasanya melewati boom tanpa perahu, saudari Icca?”,, dan Icca pun menjawab,, “Luarrr Biasa!!”)

Setelah melewati boom itulah aku merasakan arus menenggelamkan tubuhku,, aku berusaha naik kepermukaan,, tapi tidak bisa,, aku mulai meminum banyak air sungai,, tapi aku sempat melihat beberapa laki-laki lari menghampiriku,,
Sementara pepatah mengatakan “Sambil menyelam, minum air!”,, aku,, “tenggelam, minum air, sambil mbatin ‘CEPETAN MAS SELAMETIN AKU!!!!’,,

Aku merasakan tanganku diraih,, dan tubuhku diangkat,,
Aku terbatuk-batuk,, dan laki-laki yang menggendongku ini menyuruhku untuk terus batuk-batuk,, dia menyeka air dari hidungku,, (He’s such an Angel!),,
Tunggu dulu!!
Kulihat wajah laki-laki ini,,
Ya Allah,, He is the JAB-man!!,,
Emboh wez,, lek dibati yo yo’opo maneh?! (Ga tawlah,, kalo dia ngambil keuntungan ya mau gimana lagi?!)
*Dua Poin buat JAB-man,, karena uda nyelamatin gw dan menyeka air dr hidung gw!*

Mungkin maksudnya untuk menenangkanku atau mengecek apakan aku sadar,, the JAB-man melakukan Tanya-jawab yang ga penting,, beberapa percakapan aku dan dia adalah,, sebagai berikut,,
“Masih kuliah?”
“Ngga,, sudah kerja!”
“Oh,, Umurnya berapa?”
“23, kenapa kaya anak SMA, ya?”
“You Look Young!”
*Tambah satu poin lagi!*

Bla-bla-bla…
“Percuma pake pelampung malah bikin tenggelem!” Protesku,,
“Mestinya tadi kakinya diangkat,, biar ngambang!”,, Kata JAB-man
(Hey!!Tadi kamu tidak menyebutkannya dalam instruksimu, JAB-man!! Dasar!!Kukurangi 1 poin!)
Lalu,,
“Masih mau lanjut Rafting?” dia bertanya,,
“Ya iya!” aku menjawab,,
(Ya Ampun,, tujuan utama gw jauh-jauh kesini,, membayar sejumlah uang,, dan rela mengambil resiko kecebur dan tenggelem itu yahh karena mau Rafting,, masa ga jadi?!!!!)

Dan Icca pun akhirnya Rafting juga!!!
Hore!!!

To be continued…

Tentang Sebuah Amarah

Brainstorm a.k.a. ilham,,

Di antara segala amarah yang ada dalam otakku hari ini,,

Serasa ingin memaki,, menampar,,

Mendengarkan sebuah lagu dari Brainstrom yang berjudul ‘MAYBE’,, ternyata bisa meredakan amarahku,,

Tapi aku masih tetap ingin memaki seandainya menampar sulit untuk dilakukan,,

Biarkan aku memaki disini,,

ANJI** !!!!

BAJING** !!!!

AS* !!!!!!!!!!!

JANC** !!!!!!!!!

Hhhhhhhhhaaaaaahhhhh *Menghela nafas panjang*

Memang rasanya melegakan,,

Tapi mari kita ambil hikmahnya,,

Kadang-kadang kita memang harus ketemu Bajingan supaya bisa membedakan mereka,, bukankah begituh?!! hehehe,,

PS:

Many BASTARDS among Us!!

BEWARE ladies!!!

Anyway,,

Enjoy this song Everyone,,

And Forgive My language,,

Maybe
BrainStorm

My body, My hand
My heaven, My land
My guardian angel is mine

And you say…
My dreams, My head
My sex, My bed
And it’s my Corona with lime

And then I say ..
Maybe we could divide it in two
Maybe my animals live in Your Zoo

And You say..
My head, My frown
My kingdom, My crown
My palace and court is mine

And You say..
My lights, My show
My years to grow
The time that I spend is fine

And then I say ..
Maybe we could divide it in two
Maybe my animals live in Your Zoo
And then I say ..
Maybe
Maybe I’m in love with You…

But You say…
My coat, My hat
My bones, My fat
My zipper is shut by me

And You say..
My Skin, My blood
My devil, My God
My freedom is what You see

But then I say
Maybe we could divide it in two
Maybe my animals live in Your Zoo
Then I say
Maybe
Maybe I’m in love with You….

My begining, My end
My nuclear bomb to pretend…..

My begining, My end
My nuclear BOMB

BrainStorm:
Renārs Kaupers (Reynard Cowper) - lead vocal, guitar
Kaspars Roga (Nick Rogue) - drums, percussions
Māris Mihelsons (Mike Minolta) - keyboards, accordion, tambourine, piano, back vocal
Jānis Jubalts (Magic) - guitar, back vocal
Gundars Mauševics (Muminsh) - bass guitar, back vocal

Apakah ini Cinta???

Aku bisa saja menyatakan rasa cintaku dengan jujur dan terbuka,, tanpa terbebani apa pun,, tanpa peduli orang yang padanya kuungkapkan rasa cintaku bisa menerima dengan jujur dan terbuka juga,, atau apakah dia juga merasakan hal yang sama denganku atau tidak,, tanpa peduli apakah dia bisa mempercayai apa yang kunyatakan padanya mengingat aku adalah wanita yang tidak memiliki kemampuan untuk mencinta dengan tulus dan ikhlas,, karena pada saat aku berada diposisinya aku juga tidak bisa mempercayai dengan gamblang “Apakah itu benar Cinta?”,,

 

Seorang teman,, yahhh,, teman,, *teman yang bagiku akan selamanya berstatus teman*,, tanpa peringatan apa pun sekonyong-konyong menyatakan cintanya padaku,, dengan jujur dan terbuka,, tanpa terbebani apa pun,, tanpa peduli padaku yang dia ungkapkan rasa cintanya bisa menerima dengan jujur dan terbuka juga,, atau apakah aku merasakan hal yang sama atau tidak,, tanpa peduli apakah aku bisa mempercayai apa yang dia nyatakan padaku,, dan sungguh aku tidak percaya bahwa yang dia nyatakan itu Cinta,, entah itu apa tapi itu bukan Cinta bagiku,, sehingga aku pun dengan mudahnya menolak mentah-mentah,,

 

Aneh bukan,, di satu sisi aku bisa dengan mudah menyatakan Cintaku,, dan aku yakin itu merupakan suatu kejujuran dalam hatiku,, tak perlu diragukan atau dipertanyakan lagi,, dan aku ingin dia yang kepadanya cintaku kunyatakan menerimanya,, tetapi di sisi lain aku tidak bisa mempercayai dan menerima suatu pernyataan cinta orang lain padaku,, padahal besar kemungkinannya dia juga merasakan cinta yang jujur dan tanpa keraguan seperti yang aku rasakan,, Inilah yang membuat aku mempertanyakan kembali ‘Cintaku’ padanya,, Apakah itu benar-benar Cinta?,,

 

Bisakah itu dikatakan cinta hanya karena aku sering jadi kik-kuk dan salah tingkah saat berbicara dengannya?

Atau hanya karena aku tak peduli bagaimana dia datang dan pergi seenak udelnya?

Atau bagaimana keberadaanya antara ada dan tiada dalam kehidupanku tapi aku tetap merasa tenang?

Sudah cukupkah perasaan tenang dan nyaman saat berada di sisihnya untuk dikatakan itu Cinta?

Jika itu bisa dikatakan Cinta,, maka aku pun akan mulai mempertanyakan kewarasan akal sehatku,, Apakah aku begitu kesepian,,, begitu putus asa,, begitu bodoh dan tersesat hingga merasakan hal-hal yang tidak nyata?

 

What’s happening to me?

 

 

 

 

Memoar Sebuah Cinta

Terkadang kita melupakan hal-hal yang pernah kita lakukan dan yang pernah kita ucapkan baik secara sengaja maupun tidak sengaja,, karena keterbatasan ruang dalam otak kita tentu saja sementara peristiwa hidup terus terjadi setiap detik waktu,,

Menulis blog ternyata sangat menguntungkan karena kita dapat mengingat kembali hal-hal yang kita lupakan ini,, karena kita telah bersusah payah untuk mengetik,, mengedit,, mengcopy,, mengpaste,, dan mengpost cerita kita di blog,, dengan kata lain kita telah mendokumentasikan peristiwa hidup kita dalam sebuah blog,,

Seperti kalimat dibawah ini yang sangat menyentuh jiwaku,, tapi aku telah melupakannya,, tapi aku mengingatnya kembali karena blogku yang selain untuk melepas segala ‘pemikiran’ ternyata juga merupakan sebuah dokumentasi peristiwa dalam kehidupan seorang anak manusia bernama Icca yang bisa dibaca kembali untuk merefresh pikiranku,,

Mengapa orang tidak merasa bahagia?

Karena dia berusaha mengurung kekuatan murni cinta meresap dalam jiwanya. Dia seharusnya memberi jalan bagi kekuatan itu untuk memanifestasikan diri setiap hari dengan cara yang dipilihnya sendiri, dan membiarkan kekuatan itu menuntunnya. Tetapi untuk melakukannya sangatlah sulit karena kekuatan itu dihadang oleh berbagai macam hal yaitu oleh rasa putus asa, takut, kesepian, dan usaha untuk mengendalikan hal-hal yang tak bisa dikendalikan.

-Paulo Coelho-

Blog ini,, sebagai ‘Memory’ku,, Akan kujadikan sebuah peringatan untuk diriku sendiri jika kelak ada penyesalan yang harus kulalui walaupun aku sangat tidak mengharapkannya,, tapi entah siapa yang tahu bagaimana jadinya kehidupan kita kelak,,

Maka disini kutuliskan bahwa aku secara sadar,, tanpa terpengaruh rasa putus asa, takut, kesepian, gengsi atau keterpaksaan dari pihak manapun,, aku menjalani ini dengan segala keiklasan yang aku miliki,,

Sebagai wujud penghargaan diriku terhadap sebentuk rasa dalam hatiku,, sekecil apa pun bentuknya dan dari segala ketidakabadiannya di dalam hatiku ini,, tapi itu ada dalam hatiku,, dan kurasa itu Cinta,,

Sebelum dia beranjak akan kubiarkan dia tinggal dalam hatiku selama yang dia inginkan,,

Itu saja,,

Aku sadar aku mulai putus apa,, takut,, kesepian,, dan aku mati-matian berusaha mencari-cari alasan kenapa ini begini dan kenapa itu begitu,, Tapi aku juga jadi mengingat sebuah kalimat,, ‘Cinta tidak perlu pakai alasan’ dan ‘Cinta tidak mengenal gengsi,,’

Oleh karena itu,, Mari kita bicara JUJUR disini,,

Tanpa ada gengsi,, tanpa takut,, tanpa keterpaksaan,,

Walaupun tidak mudah mengakui ini semua tapi,,

“Aku mencintaimu tanpa tahu Bagaimana, atau Kapan atau Darimana. Aku mencintaimu dengan terus terang,, tanpa kerumitan atau harga diri,, Jadi aku mencintai karena aku tidak tahu cara lain selain ini,,”

Older Posts »