I called myself as a Survivormatic,,
Survivormatic is Someone who automatically can or will survive in any condition of life,,
Rafting,,
Uda lama banget gw pengen rafting,, semua temen gw ampe uda gw pesenin atu-atu,, “Kalo maw rafting ngajak gw, ya!”,, ato gw ajakin “Rafting yuk!!!”,, tapi ga kesampean juga,,
Tapi Allah memang Maha Pendengar dan Pemberi,,
Seperti mendengarkan keinginanan hambanya dan mengabulkannya,, ehh,, kok pas iya kantor gw ngadain acara Rafting,,
Subhaanallah,,
Yahhh tentu saja gw langsung ikutan,,
*Mari kita ‘skip’ semua cerita perjalanan hingga saat Rafting saja,,*
Laki-laki yang mengenakan kaos hitam itu (Yang dari tadi ngeliatin gw,, bukannya gw Ge-eR,, tapi beneran!!Sempet gw mikir ini orang pasti ‘Just Another Bastard!’ – makanya gw ngasi julukan ke dia ‘JAB-man’!) sedang memberikan pengarahan dan membagi kami dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari lima orang,,
Ada beberapa instruksi yang dia perkenalkan,, seperti cara memegang dayung dan mengayuhnya (Dari sini aku pikir lebih baik aku memilih posisi sebelah kiri,, karena tangan kananku lebih kuat maka ayuhanku akan lebih kuat!) juga Warning! seperti “kiri maju, kanan maju, kiri mundur, kanan mundur dan juga bagaimana posisi tubuh saat melewati BOOM!! (untuk setiap akan melewati air terjun)”,,
Lalu laki-laki itu mengarahkan kami untuk mengambil dan memakai semua perlengkapan Rafting,, seperti dayung, helm, dan juga pelampung berbentuk rompi,,
Setelah semua perlengkapan dipakai,, Off we go to the starting point!!
Dari atas aku bisa melihat arus air sungainya yang berada dibawahku cukup deras,, dan satu demi satu perahu karet pun meluncur terbawa arus,,
Aku merasakan gairah dari dalam tubuhku,, tak sabar untuk segera berada di perahu karet itu dan berarung jeram,,
Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku seraya melihat derasnya arus sungai itu,, “Seandainya saja ada yang terjatuh atau tercebur,, apakah aku mau terjun dan menyelamatkannya?”,, entah mengapa aku punya pikiran seperti itu,, tapi yahh aku segera melupakannya karena giliran kelompokku sudah tiba,, Hore!!!
Aku sedikit grogi,, gemetar,, dan deg-degan saat mulai munuruni tangga itu dan saat melangkahkan kakiku pelan-pelan kedalam perahu karet yang masih terikat,,
Perahunya bergerak-gerak sedikit karena terkena arus saat aku duduk ditempat yang sudah aku rencanakan yaitu disebelah kiri,,
Sebenernya aku juga ingin duduk di depan karena pasti lebih seru,, tapi sepertinya ‘wanita’ selalu diposisikan ditengah,, jadi yahh,, tengah pun bolehlah,,
Setelah duduk, aku mendongak melihat keatas,, kearah temanku lebih tepatnya yang masih menunggu giliran,, lalu melambaikan tanganku,,
Kejadiannya begitu cepat,, aku merasakan perahu bergerak ke kanan secara tiba-tiba dan aku kehilangan keseimbangan,, alhasil aku pun terlempar jatuh ke dalam sungai dengan posisi tubuh ke belakang,,
Aku bisa merasakan air sungai menyapu wajahku,, lalu tubuhku mengapung tapi tertahan oleh perahu,, “Oh No,, I’m under the boat!!”,, Aku tahu kalau aku tetap berada dibawah perahu aku tidak akan bisa mengapung dan bernafas,, tapi untung saja arus menyeretku keluar dari bawah perahu,, dan aku terbawa arus tak berdaya,, ada banyak pikiran yang terlintas dalam otakku saat itu,,
“Kok mesti aku sih?!”
“Sampai kapan aku terbawa arus?”
“Orang-orang di atas itu kok cuma ngeliatin aja sih?”
“Oia,, kepinggir,, pegang sesuatu supaya ga terbawa arus!”
“Lebih baik tengkurap biar tangan lebih gampang meraih!”
Aku berusaha meraih beberapa semak belukar dipinggiran sungai dan hasilnya aku hanya mencabuti semak belukar itu karena terlalu tipis untuk menahan badanku dan melukai jemariku dengan sukses,,
Setelah berusaha meraih semak-semak dan gagal,, aku melihat ke arah depan dan kulihat akan ada terjunan di depan,, seketika itu juga otakku memerintahkan tubuhku untuk kembali terlentang!
Dan Icca pun merasakan dasyatnya BOOM!! Tanpa perahu!!
(Seorang wartawan menyodorkan mic sambil bertanya “Bagaimana rasanya melewati boom tanpa perahu, saudari Icca?”,, dan Icca pun menjawab,, “Luarrr Biasa!!”)
Setelah melewati boom itulah aku merasakan arus menenggelamkan tubuhku,, aku berusaha naik kepermukaan,, tapi tidak bisa,, aku mulai meminum banyak air sungai,, tapi aku sempat melihat beberapa laki-laki lari menghampiriku,,
Sementara pepatah mengatakan “Sambil menyelam, minum air!”,, aku,, “tenggelam, minum air, sambil mbatin ‘CEPETAN MAS SELAMETIN AKU!!!!’,,
Aku merasakan tanganku diraih,, dan tubuhku diangkat,,
Aku terbatuk-batuk,, dan laki-laki yang menggendongku ini menyuruhku untuk terus batuk-batuk,, dia menyeka air dari hidungku,, (He’s such an Angel!),,
Tunggu dulu!!
Kulihat wajah laki-laki ini,,
Ya Allah,, He is the JAB-man!!,,
Emboh wez,, lek dibati yo yo’opo maneh?! (Ga tawlah,, kalo dia ngambil keuntungan ya mau gimana lagi?!)
*Dua Poin buat JAB-man,, karena uda nyelamatin gw dan menyeka air dr hidung gw!*
Mungkin maksudnya untuk menenangkanku atau mengecek apakan aku sadar,, the JAB-man melakukan Tanya-jawab yang ga penting,, beberapa percakapan aku dan dia adalah,, sebagai berikut,,
“Masih kuliah?”
“Ngga,, sudah kerja!”
“Oh,, Umurnya berapa?”
“23, kenapa kaya anak SMA, ya?”
“You Look Young!”
*Tambah satu poin lagi!*
Bla-bla-bla…
“Percuma pake pelampung malah bikin tenggelem!” Protesku,,
“Mestinya tadi kakinya diangkat,, biar ngambang!”,, Kata JAB-man
(Hey!!Tadi kamu tidak menyebutkannya dalam instruksimu, JAB-man!! Dasar!!Kukurangi 1 poin!)
Lalu,,
“Masih mau lanjut Rafting?” dia bertanya,,
“Ya iya!” aku menjawab,,
(Ya Ampun,, tujuan utama gw jauh-jauh kesini,, membayar sejumlah uang,, dan rela mengambil resiko kecebur dan tenggelem itu yahh karena mau Rafting,, masa ga jadi?!!!!)
Dan Icca pun akhirnya Rafting juga!!!
Hore!!!
To be continued…