Wanita yang tersakiti
December 27, 2007 by Icca
Seorang wanita berusia 30an dihadapanku ini yang masih terlihat muda dan cantik terus saja bercerita,, entah mengapa dia bisa mempercayaiku sepenuhnya walaupun baru mengenalku beberapa hari yang lalu dengan menceritakan rahasia gelap kehidupan perkawinanya,,
Melihatnya,, mengenalnya,, menilainya adalah seorang istri yang sabar, baik hati, penurut, rela berkorban jiwa dan raga, mendukung suami, menerima apa adanya,, juga ibu yang sempurna,, Istri idaman semua lelaki di dunia ini,, *At least I never see myself could be like her in the future*,, tetapi apakah suaminya merasa amat-sangat bersyukur memilikinya? menghargainya? menghormatinya?,, yang dia peroleh adalah pengkhianatan, penghinaan, dan perasaan disia-sia,, yang bukan hanya sekali didapatnya,, tapi juga berkali-kali,, Kenyataannya kebahagian mahligai rumah tangganya hanya dinikmati diawalnya saja,,
Dan apa yang membuatnya tetap bertahan walaupun disakiti berkali-kali? Karena memikirkan nasip anak-anaknya,, dan setelah kutanya lagi,, alasan utamanya adalah karena dia hanyalah ibu rumah tangga,, (Apa jadinya kalau bercerai?bagaimana nasipnya?anak-anaknya?apa yang bisa ia perbuat?) Sedih hatiku mendengarnya,,
Sambil mendengarkan ceritanya,, dalam hati aku berulang-ulang kali menyebut nama Allah dan berdoa,, *astagfirullah*,,
Suatu contoh kecil yang kulihat dengan mata kepalaku sendiri bukan hanya dengan cerita dari mulut wanita ini adalah saat aku secara tidak sengaja bepergiannya dengan wanita ini sekeluarga,, Aku, dia, dan anak-anaknya duduk di bangku penumpang,, di perjalanan pulang,, saat anak-anaknya lelah dan mulai bersandar dipundaknya dan tertidur, tidak sedikitpun suaminya berinisiatif mengecilkan volume tape yang dinyalakan dengan lantangnya ditambah effect sound yang dipasang di bagasi belakang,, atau memperlambat kecepatan laju mobilnya,, sehingga dia sering melakukan rem mendadak gara-gara ada polisi tidur,, bahkan sampai salah satu anaknya muntah,, *Mabuk darat*,, benar-benar ga ada perhatian *blas* (sama sekali) walau hanya nengok kebelakang apalagi nanya, “Si A muntah ya?” dan tetep aja nyetir mobil ngebut dan nyalain tape kenceng,,
Ya Allah,, sepanjang perjalanan gw cuma bisa nyebut,, *Astagfirullah*,, wanita ini hanya memaklumi,, “Si A biasa kalau naik mobil mabuk!”,, dalam hati gw ngomong, “gimana anak ga mabok,, bapaknya nyetir kaya org kesetanan gini?!ga perduli blas lg!!!”,, Nyebut-nyebut,, Ya Allah,,
Entah mengenalnya membuatku semakin merasa pesimis,, merasa ketakutan,, merasa terluka,,
*Wanita,, wanita,, kau seharusnya dilindungi, dijunjung,, dipuji,, diletakkan diatas oleh lawan jenismu,, tapi kau justru diremehkan,, dicemooh,, dan diinjak-injak,,
Dasar laki-laki bajingan!!ga taw diri!!kurang ajar!!ga tau malu!!I wish you rotten in hell!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!*
Wahai wanita-wanita di dunia ini,, lihatlah wajah kekasihmu,, tanyakan pada dirimu akan jadi suami seperti apakah dia? Jangan gegabah memberi penilaian,, sebelum sesal mengerumunimu di kemudian hari setelah kau mengikat janji,,
( -Karena wanita yang kukenal ini pun menceritakan bahwa suaminya dulu waktu pacaran juga baik luar biasa, mau berkorban demi dia, dan memperjuangkan dia,, tapi setelah memiliki sepenuhnya,, domba pun bisa berubah jadi srigala,, *Astagfirullah*,,-)
Ya Allah,, jauhkan aku dari orang-orang jahat, dekatkanlah aku dengan kaum muslimin dan muslimat,, berilah aku keselamatan dunia dan akhirat,, amin,,