THE POOL (The Young and the Foolishness)
March 24, 2008 by Icca
Malam sudah semakin larut saat aku berjalan di jalan ini dengan dia di sampingku,, Sepertinya sudah lebih dari beratus malam yang lalu jalan ini pernah kulalui bersamanya,, yang membuat pikiranku melayang-layang mencari suatu ingatan itu,, Seratus malam yang lalu,, dan sepertinya bukan hanya aku saja yang berusaha mengenang kembali ke malam itu,, karena akhirnya dia berkata saat hamparan gelombang biru tenang mulai tampak dalam pandangan,, “Remember?”,,
Seratus malam yang lalu,,
Mungkin aku gila, atau mungkin bodoh,, hanya dengan mendengarnya berkata dalam telepon beberapa menit yang lalu,, “Meet me at… midnight…”,, dan sekarang aku berjalan seorang diri di tengah malam buta dalam sepi hanya untuk menemuinya,, Memang sepertinya akal sehatku sudah keluar dari kepalaku,, dan mungkin memang aku sudah tidak ada akal sehat lagi,, yang ada hanya kegilaan,, karena nyatanya aku punya keberanian ini sebesar ini untuk keyakinan yang hampir tak kumiliki,,
Sungguh aku sangat tidak mempercayai diriku sendiri,,
Kupercepat langkah kakiku,,
Aku hanya ingin sampai ke tujuanku tanpa terlihat oleh siapapun,, karena aku pun tak ingin orang lain sampai melihatku, terlebih menyapaku dan bertanya “Where are you going this late, Ca?”,, aku tidak punya jawaban untuk pertanyaan sesederhana itu dan aku juga tidak mempersiapkan diriku mendapat pertanyaan itu,, Seandainya itu benar-benar terjadi aku hanya bisa menjawab,, “Well, you know, I’m going crazy!”,,
Saat aku sampai disana, dan kenyataan bahwa dia tidak ada disana menampar wajahku keras-keras,,
Hatiku mulai memperolok diriku sendiri,, “See,, who’s the biggest loser now?You’re so stupid, Ca!Look at yourself!”,, tapi entah kenapa kakiku tetap tak segera beranjak dari situ,, aku tetap menunggunya disana,,
Setiap menit yang berlalu terasa seperti ratusan menit,,
Semakin lantang makian dalam otakku pada diriku sendiri,, Ingin rasanya aku berlari kembali ke tempatku berasal,, menyumpahi diriku sendiri sepanjang malam,, dan membiarkannya memperalat otakku hingga pagi menjelang,,
Tapi nyatanya, aku tetap disana menunggunya dalam diam dan sunyi,,
Sesekali seseorang tak ku kenal berlalu dihadapanku sambil memandang penuh tanya,, aku tak mempedulikannya,,
Entah berapa menit sudah berlalu,, sampai akhirnya kulihat dirinya berlari dari kejauhan,, semakin lama semakin dekat,, dekat,, dan dekat,,
Bagaikan seorang pahlawan hari itu yang membawakanku sebongkah kepercayaan diri,,
Aku pun mulai mengatai balik bagian diriku yang lain dengan penuh kemenangan,, “See I ‘ve told you!!He’ll come!!He wont let me down!!”,, hingga dia akhirnya tiba dihadapanku dan berkata, “I’m sorry I’m late.”,, dan membeberkan alasan masuk akal yang sudah tak begitu ada artinya lagi bagiku,,
Bagiku yang terpenting adalah kehadirannya, sehingga aku bisa yakin akan kewarasan diriku yang kuragukan sejak tadi,,
Apa yang kemudian terjadi antara aku dan dia malam itu menjadi satu alasan utama yang membuat aku dan dia kembali berjalan berdampingan di jalan ini,, malam ini,, aku dan dia,, sejenak dalam suatu ingatan masa lalu yang mengantarkan kami kembali ke masa sekarang,,
Dengan sedikit tersipu aku tersenyum dan berkata, “Yes, I remember.”