Tentang Sahabat
September 2, 2008 by Icca
Masalah yang kita alami dalam kehidupan yang tiada henti-hentinya merupakan suatu bukti otentik bahwa kita masih hidup,, terlintas dengan jelas dalam pikiranku penyebab mengapa sebagian orang memilih untuk menghentikan hidup mereka,, karena terlalu lelah berhadapan dengan masalah yang datang terus-menerus dalam hidup,, dan sungguh terkadang aku juga merasa sangat kelelahan,, lelah sekali,,
Tak seberapa lama lalu bayangan diriku sendiri dalam cermin itu mengancam jiwaku hingga tubuhku tak mampu menahannya,, (Posting : Reconstruction a.k.a Membangun Kembali),, dan saat segala sesuatu mulai kubangun kembali,, aku mulai sembuh datanglah suatu masalah baru,,
Bukankah luka diobati untuk terluka lagi?
Tidak bisakah kau biarkan aku hidup tenang?
Tapi ku pernah membaca suatu kalimat yang mengatakan, “If you never scared, embarrassed or hurt, it means you never take chances”,,
I did not expected the chance to be this hard,,
Bagaimanapun yang aku alami dalam hidupku, aku masih sangat berterima kasih kepada Yang Kuasa karena selalunya dia mengirim seseorang yang menemaniku melalui semua cobaan hidup ini,, seseorang ini menamakan dirinya ‘Sahabat’,, ya, dia adalah sahabatku,,
Dia menjadi satu-satunya orang yang datang menjengukku dan membawakanku suntikan energy saat aku sakit,, menyediakanku makan saat aku kelaparan,, menemaniku yang lagi jomblo menghabiskan waktu malam minggu,, dan pergi hingga pagi menjelang,, membantu aku menyelesaikan tugas dan tanggung jawabku,, memberikanku pekerjaan sampingan saat aku membutuhkan biaya hidup,, merayakan hari jadiku,, bahkan mengantar dan menjemputku setiap saat kemana pun aku ingin pergi,,
Dia juga mengenalkan aku pada keluarganya,, merasakan kehangatan di dalamnya yang selama ini semakin jauh dari hidupku,, Kehangatan dari seorang Ibu, Bapak, dan Saudara-saudariku,, hanya karena aku terlibat menonton tv di ruang keluarganya,, makan bersama di ruang makannya,, tidur di kamarnya,, bersenda gurau dan beribadah bersama,,
Terkadang,, mungkin juga sering,, aku merasa diriku sebagai benalu dalam hidupnya,, Karena merasakan nikmat hidupnya,, Menghisap setiap tetes darah kebahagiaannya,, Menerima tanpa merasa malu atas ketulusan hatinya,,
Dan sungguh aku juga ingin memberikan hal yang sama seperti yang dia berikan padaku,, aku ingin membalas semua kebaikan yang dia lakukan padaku,, tapi aku tesesat dalam ketidaktahuanku atas apa yang dia perlukan,,
Sahabat macam apa aku ini baginya?
Hanya bisa mengambil dan menerima,, tapi tak bisa memberi,, membuatku malu terhadap diriku sendiri,,
Mungkin aku tidak bisa membalas segala kebaikan yang dia berikan padaku,, mungkin aku hanya bisa berucap terima kasih,,
Terima kasih sedalam-dalamnya dari dasar hatiku karena ketulusanmu dan keberadaanmu di dalam kehidupanku,, sehingga aku tak pernah merasa sendiri dan kesepian,, karena kau,, karena kau,,
*I’d be lost in space without you*
You know who you are if you read this,,
Thank you for everything,,
hM… I see… You need a friend sist?
Hopefully everything is fine,,,
How if we hanging around together again…
I thought I’m the only one one who feel a little lonely…
How do you do?