Tak Kan Sampai Disini,,
November 29, 2008 by Icca
…And the Story goes…
Harus kuberi poin tambahan untuk JAB-man,, karena dia mengobati luka-lukaku baik itu di kedua lenganku maupun kakiku,, (Total ada sekitar 12 luka memar disekujur tubuhku yang teridentifikasi),,
Dan saat mengoleskan cream di sikuku yang tergores dia berkata, “mungkin ini agak perih!”,, tapi ternyata tidak perih sama sekali,, mungkinkah karena dia mengusapnya dengan sangat lembut dan hati-hati?,,
Bukankah ini seperti sebuah cerita diawang-awang dimana serta merta kita jatuh cinta kepada orang yang telah menyelamatkan nyawa kita???,, Haruskah kuungkapkan rasa cintaku padanya saat itu juga,, hohoho,, (tertawa kecut)
Tidak,, aku tidak jatuh cinta padanya,, tapi setulus hatiku aku berucap ‘terima kasih’ kepadanya karena menyelamatkan diriku,, ingin kumemeluknya dan mungkin menciumnya saat melihatnya lagi,, sebagai tanda terima kasihku,, tapi kupikir akan terlalu berlebihan bukan?!,, jadi aku hanya menjabat tangannya,,
*Biar Gusti Allah yang bales!*,,
Walau awalnya kumengira dia hanya seperti ‘Bastard’ lainnya yang sering kujumpai,, tapi dia sedikit berbeda bukan?!,, mungkin aku salah menilainya,, maafkan aku,,
Bagaimanapun juga,, aku bisa melihat Rafting ini sama seperti sebuah kehidupan,,
Maksudku sama seperti hidup bukan?? Saat kita menjalani hidup,, kita harus siap-sedia,, ‘memakai helm, memakai pelampung, membawa dayung’,, dan juga mengumpulkan seluruh keberanian kita untuk mengarunginya,,
Sama dengan hidup,, saat ingin mencapai tujuan pasti ada saja yang namanya halangan, rintangan, dan resiko,, saat ditengah jalan kita terjatuh, hanyut dan tenggelam,, apa kita akan menyerah begitu saja??
Mungkin kita butuh bantuan orang lain untuk bangkit lagi,, tapi kita tidak bisa menyerah begitu saja,, melupakan tujuan awal kita,, kita harus mencapai tujuan kita,, cita-cita kita,, keinginan kita,, sehingga kita tahu hasil akhirnya,, rasanya saat mencapainya,, dan yang pasti itu adalah suatu kebahagiaan yang tak ternilai harganya untuk kita,,
Seandainya saja aku menyerah saat itu juga,, maka aku tidak akan pernah taw rasanya Rafting,, aku akan hidup dalam trauma dan ketakutan selamanya,, hanya karena satu rintangan yang seharusnya sudah kuantisipasi tapi karena kelalainku sendiri itu terjadi,,
Yang terjadi memang sudah seharusnya terjadi bukan? Lalu apa yang harus aku lakukan,, lari dari kenyataan? Tentu Tidak! Aku harus menghadapinya,, it’s my fault,, it’s my dream,, it’s my risk,, and most of all,, It’s my life,,
Kenapa harus takut?
Kenapa harus merasa trauma terus?
Kenapa menyerah sampai disini saja?
Kenapa tidak mati saja kalau memang sudah menyerah?
Tapi aku tidak mau menyerah sampai disini saja,,
Aku tidak mau mati,,
Aku mau hidup,,
Karena ini hidupku,,
Dan hidupku sendiri,,
nice blogs..
kenapa tidak mati saja klo memang sudah menyerah..
hahahahhahah…