Feed on
Posts
comments

Is the TIME has come yet???

I admitted that being single is always a choice for me,,

Ada banyak alasan kenapa gw pengen nge-Jomblo dulu,, salah satunya karena gw uda bosen pacaran yang ‘Gitu-Gitu aja’,, yang akhirnya Putus Maning-Putus Maning,,

Gw pengennya si langsung ketemu Calon Suami,, trus langsung Nikah ajalah,, ga pake pacar-pacaran,,

Nah,, sampe sekarang belom ketemu calon suami gw,, jadi yahhhhhh sampai detik ini gw masi jomblo,, klo maw pacaran,, gw pikir wasting time’lah,,

Tapi ketetapan hati gw buat nge-Jomblo lama-lama mulai goyah,,

Dan faktor-faktor di bawah inilah yang mendasari itu semua itu,,,

Minggu kemaren,, akhirnya,, setelah setengah taon ga pulang ke Jakarta,, yang artinya selama itu pula gw ga ketemu ma kakak-kakak gw,, en ponakan-ponakan gw yang super-duper-nakal,, tapi ngangenin,, dan lebih dari setaon gw ga ketemu sahabat gw yang di Jakarta,,

Dengan alasan test DEPLU yang *So Damn Difficult* itu,, akhirnya gw ke Jakarta selama seminggu,,

*I love my Job that made me able to skip works for a week!*,,

Udah tiga Ramadhan gw lewatin sendirian di Surabaya,, 3 Ramadhan?!! Look how fast time goes,, Betapa gw mendamba bersahur-berbuka-berterawih dengan keluarga gw,, tapi apa yang terjadi pas hari pertama gw sahur di Jakarta??

Yahhh,, gw mendapati diri gw makan sahur sambil nonton SKS, SENDIRIAN!!

Sama aja kaya biasanya,, Cuma pindah tempat aja,,

Ternyata Bonyok punya kebiasaan makan sahur pas malem,, jd uda ga perlu bangun buat sahur lagi,, Kecewa?!! Very Much,,

Tiba-tiba gw merasa amat-sangat kesepian,, biasanya gw maklum kalo gw harus melakukan segala sesuatu sendirian,, karena emg gw sendirian,,

Tapi saat gw ditengah-tengah keluarga gw,, tetep aja gw melakukan segala sesuatu ‘Sendirian’,,

It broke my heart badly,, I felt like I don’t belong to my family anymore,, so where do I belong??,,

Mungkin uda terlalu lama ga tinggal bareng Bonyok,, jd pola kehidupan gw uda beda ma mereka,,

And at that point I think to myself,, ‘Hey maybe it’s time to make one of my own?’,,

Lalu,,

Begitu gw menapakkan kaki di Jakarta, gw langsung contact temen gw,, biasalah ngajak ketemuan,, trus dia bilang dia maw ketemu di Melawai aja,, kebetulan gw lagi di daerah kebayoran,, dia juga sekalian maw nyari Cincin Kawin,,

Wait a Minute,, What?!? Wedding Ring???,, ga salah denger?!!,,

Okay,, let me tell you a little information about my friend,, she’s that kind of career woman,, she just got her post-graduate overseas,, I also think of her would be that kind a girl,, who reach her dreams first and then making family afterward,,

Ternyata memang semua wanita mendambakan sebuah pernikahan,, No Matter their backgrounds are,, jadi gw termasuklah yahhh,,

Lalu,,

Akhirnya keluarga inti gw sempet buka bareng di Senayan City,, My parents,, my sis&fam,, My bro&wife,, and me,, alone,,

See this is not healthy for my soul,, *halah*,,

Benarkan ini sudah waktunya untukku memulai sebuah keluarga???

At least to think about making one,,

And find that Hubby to be,, immediately!!

Gw jelas udah ‘Lepas’ dari Bokap-Nyokap gw,, walopun ga 100%,, secara financial masi tergantung,,

Tapi banyak sisi kehidupan gw yang ga berhubungan lagi ma mereka,,

Banyak keputusan yang gw ambil sendiri buat diri gw sendiri,, uda ga ngeliabatin mereka lagi,, karena bagaimanapun mereka ga bisa selalu ada buat gw,, Somehow gw juga uda harus bener-bener mandiri,, ga tergantung lagi ma mereka,, HARUS!!

Gw juga ga bisa selalu nebeng di keluarga temen gw,, walopun gw menganggap keluarga mereka adalah keluarga gw juga,,

Jadi,, Benarkah ini sudah waktunya??

Bagaimana menurut…??

Do you feel the same way too??

Tentang Sahabat

Masalah yang kita alami dalam kehidupan yang tiada henti-hentinya merupakan suatu bukti otentik bahwa kita masih hidup,, terlintas dengan jelas dalam pikiranku penyebab mengapa sebagian orang memilih untuk menghentikan hidup mereka,, karena terlalu lelah berhadapan dengan masalah yang datang terus-menerus dalam hidup,, dan sungguh terkadang aku juga merasa sangat kelelahan,, lelah sekali,,

Tak seberapa lama lalu bayangan diriku sendiri dalam cermin itu mengancam jiwaku hingga tubuhku tak mampu menahannya,, (Posting : Reconstruction a.k.a Membangun Kembali),, dan saat segala sesuatu mulai kubangun kembali,, aku mulai sembuh datanglah suatu masalah baru,,

Bukankah luka diobati untuk terluka lagi?

Tidak bisakah kau biarkan aku hidup tenang?

Tapi ku pernah membaca suatu kalimat yang mengatakan, “If you never scared, embarrassed or hurt, it means you never take chances”,,
I did not expected the chance to be this hard,,

Bagaimanapun yang aku alami dalam hidupku, aku masih sangat berterima kasih kepada Yang Kuasa karena selalunya dia mengirim seseorang yang menemaniku melalui semua cobaan hidup ini,, seseorang ini menamakan dirinya ‘Sahabat’,,  ya, dia adalah sahabatku,,

Dia menjadi satu-satunya orang yang datang menjengukku dan membawakanku suntikan energy saat aku sakit,, menyediakanku makan saat aku kelaparan,, menemaniku yang lagi jomblo menghabiskan waktu malam minggu,, dan pergi hingga pagi menjelang,, membantu aku menyelesaikan tugas dan tanggung jawabku,, memberikanku pekerjaan sampingan saat aku membutuhkan biaya hidup,, merayakan hari jadiku,, bahkan mengantar dan menjemputku setiap saat kemana pun aku ingin pergi,,

Dia juga mengenalkan aku pada keluarganya,, merasakan kehangatan di dalamnya yang selama ini semakin jauh dari hidupku,, Kehangatan dari seorang Ibu, Bapak, dan Saudara-saudariku,, hanya karena aku terlibat menonton tv di ruang keluarganya,, makan bersama di ruang makannya,, tidur di kamarnya,, bersenda gurau dan beribadah bersama,,

Terkadang,, mungkin juga sering,, aku merasa diriku sebagai benalu dalam hidupnya,, Karena merasakan nikmat hidupnya,, Menghisap setiap tetes darah kebahagiaannya,, Menerima tanpa merasa malu atas ketulusan hatinya,,
Dan sungguh aku juga ingin memberikan hal yang sama seperti yang dia berikan padaku,, aku ingin membalas semua kebaikan yang dia lakukan padaku,, tapi aku tesesat dalam ketidaktahuanku atas apa yang dia perlukan,,

Sahabat macam apa aku ini baginya?
Hanya bisa mengambil dan menerima,, tapi tak bisa memberi,, membuatku malu terhadap diriku sendiri,,

Mungkin aku tidak bisa membalas segala kebaikan yang dia berikan padaku,, mungkin aku hanya bisa berucap terima kasih,,

Terima kasih sedalam-dalamnya dari dasar hatiku karena ketulusanmu dan keberadaanmu di dalam kehidupanku,, sehingga aku tak pernah merasa sendiri dan kesepian,, karena kau,, karena kau,,

*I’d be lost in space without you*

You know who you are if you read this,,
Thank you for everything,,

Looking at the mirror and find the reflection which not mine,, because I never really looked,,

Seperti dalam suatu penyangkalan,, menganggap bahwa diri sendiri bukan orang yang seperti ini atau seperti itu,, tapi yang begini dan begitu,, dan mempercayainya sepenuh hati,, tapi saat terjun di dunia nyata,, semua menjadi sebuah kepalsuan,,
Hey, ini bukan diriku!

Aku seperti tidak mengenali diriku sendiri sehingga terbesit tanya,, Benarkah bayangan di cermin itu aku? Lalu mengapa berbeda dengan kenyataannya?

Aku yang meneriakkan prinsip-prinsip pribadi dalam sebuah rangkaian kata-kata dalam blogku,, prinsip-prinsip yang aku kira aku anut,, tidak sesuai dalam wujud sikapku,, Itu semua hanya omong kosong belaka,, ternyata Marissa Aulia alias Icca yaitu gw,, Seseorang yang penuh dengan kepalsuan! Orang yang selama ini melihat kembali dalam pantulan sebuah cermin saat aku melihatnya,, hanya Berani Bicara,, tapi Tidak Berani Berbuat, Tidak Berani Bertanggung jawab, terlebih Tidak Berani Introspeksi diri,,

Pengalaman hidup hanya membuat aku mengulang kesalahan yang sudah-sudah,, jatuh di lubang yang sama,, tidak bisa belajar darinya untuk menjadi seseorang yang lebih baik dalam bersikap dan menentukan pilihan,, Aku masih tetap gadis bodoh yang sama,, yang tidak dewasa dan tidak bertanggung jawab,, Gadis yang 10 tahun lalu, lima tahun lalu, atau satu tahun lalu,, tetap gadis yang sama dengan yang hari ini,,

Hidup yang dianugrahkan Tuhan, bukannya gw jaga dengan baik,, gw lindungin,, tapi justru selalu gw posisikan ke dalam ‘bahaya’ sehingga menjadi boomerang buat diri gw sendiri,,

Entah karena gw terlalu bodoh atau terlalu naïf,, selama ini gw menggap ‘Tidak ada tempat yang aman lagi di dunia’ tapi kenyataannya justru Diriku sendirilah yang membuatku berada di tempat tidak aman,, Karena Dunia ini akan selalu seperti ini,, gw ga bisa berharap banyak dunia akan berubah seperi yang gw inginkan,, seharusnya gw yang berusaha menemukan cara untuk menempatkan diri di dunia ini sehingga gw bisa merasa aman dan jauh dari bahaya,, dan gimana caranya gw bisa ‘survive’ ngejalani hidup gw dengan segala tantangannya,, Hey bukankah gw menyebut diri gw sendiri seorang ‘Survivormatic’,, ternyata gw salah menilai diri gw sendiri,, lagi-lagi semua Palsu!,,

Jiwa-ragaku sakit,,
Bukan karena perubahan cuaca akhir-akhir ini yang tidak menentu,, tapi karena aku sudah benar-benar melihat bayanganku di cermin itu,, dan ia benar-benar ‘memukulku’ sangat keras,, aku telah mengecewakannya, membuatnya terluka dan terhina,, dan kini ia menangis karenaku,,

Seraya bercermin aku berkata,, Aku tahu ‘Berubah’ dalam sikap, tidak semudah ‘berkedip’,, tapi berilah aku kesempatan untuk berusaha membangunmu kembali,, bukan seperti seorang gadis Bodoh yang hanya mengikuti arah angin berhembus, tetapi menjadi seseorang yang Tegas dalam Bersikap! dan Berani Bilang Tidak! Menentukan arah hidupku ke jalan yang ‘benar’,, Aku akan menjadikanmu Marissa Aulia alias Icca yang seperti ini!,,

Hey Orang Asing

Hey orang asing, Siapa kamu?
Kenapa kamu ada disini?
Kenapa kamu ada di dekatku?
Apakah kau ingin bermain-main denganku?
Atau kau ingin menetap di sisihku?
Apa sebenarnya niatmu?
Baikkah?
Burukkah?

Hey orang asing, kenapa kau diam saja?
Katakan padaku alasanmu kemari?
Kalau kau kemari untuk tinggal, bolehkah kusandarkan kepalaku di bahumu?
Kalau kau ingin menggenggam tanganku, bolehkan kau genggam dan tak kan kau lepaskan?
Kalau kau ingin mencintai aku, bolehkan aku juga mencintaimu?
Setulus hatimu dan setulus hatiku,,

Hey orang asing, kenapa kau masih saja diam?
Jangan kau biarkan aku lumpuh oleh tanyaku sendiri,,
Jangan kau biarkan aku terperangkap dalam permainan kecilmu ini,,
Tapi jika memang niatmu begitu, maka lebih baik kau pergi,,
Disini sudah tidak ada tempat untukmu bermain,,
Karena hatiku tak bisa lebih hampa lagi dari sekarang,,

Bisakah kau berkata jujur sekarang?

Love or Lust?

I’m a chicken,,

I’m afraid of horror movie, although I don’t believe in the existence of ghosts,, but I often imagine it comes in my room hunting me,, secara gw tidur sendiri,,

I’m afraid of bugs,, every little kind,, mulai dari kecoa (termasuk bugs ga si?), grasshopper, dragonfly,  lady bugs, etc,, padahal dulu gw ‘predator’ capung waktu masi kecil,,

And most of all I’m afraid of Love,,

Because I can’t Love,,

That’s why I’m also afraid of men,,

Certain kind of men,,

Cowok2 yg ngajak gw keluar harus puas bisa keluar ma gw + temen gw yang ikut nemenin,, trus gw susah banget diajak jalan dengan alasan kerja-kerja-kerja,, gw juga ga bakalan mau tuh diajak nonton,, takut!!,, gw juga maunya ketemu di luar ga mau di rumah,, jd gw bisa bawa kendaraan sendiri, ga tergantung,, gw juga sering yang menentukan dimana dan kapan ketemunya,, intinya adalah saya ‘in charge’ saat kencan dengan laki-laki,, dan sangat berhati-hati,, Lucu ya?!
Seandainya gw maw pergi berduaan n dijemput di rumah, berarti tuh cowok bener-bener bisa dipercaya,,

Menjadi idealis dan mungkin naïve dalam urusan cinta,, sungguh sangat sulit,, terutama mempertahankan prinsip-prinsip yang gw pegang dalam hal percintaan,,
Mungkin karena pernah gagal berkali-kali,, some of them are very-very painful,,and it feels like it tooks forever for me to be healed,, so I’m very careful with man,, and love,,

From the moment I saw a man,, I would see him completely,,
Apakah dia perokok? Apakah giginya rapi? Berapa umurnya? Kebiasaan apa yang paling mencolok saat pertama ketemu? Kulitnya, putih ato ga? (halah!!!),, Kerjaannya apa? Cara bicaranya? Apa yang dia pakai? Alim ga? ,,
Pokoknya sebanyak mungkin informasi yang bisa gw dapat dari saat pertama bertemu dan bicara,, bahkan hal yang sangat yang sangat kecil yang dia lakukan, catch my eyes,, and I’ll be judging,,

Gw juga seorang ‘romantisan’ sejati,, secara gw adalah penggemar seri-drama korea,, (ada hubungannya ga, ya?),, maksudnya di film korea selalu digambarkan bagaimana kedua tokoh bisa jatuh cinta karena kejadian-kejadian beruntun diantara mereka yang unik kadang lucu,, romantislah,, dan kita bener-bener ditunjukin kenapa si cewek bisa suka sama si cowok dan sebaliknya,, melaui karakter-karakter mereka,, Alasannya jelas dan masuk akallah kenapa mereka bisa jatuh cinta,, and somehow I wish my story would be like them,,

Itulah kenapa saya masih menjomblo sampai detik ini!! Belom ada laki-laki yang bisa membuat saya jatuh cinta,, walaupun mereka menawarkan sebentuk cinta yang luar biasa besar,, tapi cinta hanya dari satu arah aja,, buat apa??? Meaningless,,

Lalu apa jadinya bila gw ngelanggar peraturan dari ‘permainan’ yang gw ciptakan?
Segalanya menjadi seperti sebuah boomerang buat gw,, entah bagaimana caranya laki-laki ini bisa memutar balik semua keadaan itu,, dan aku hanya seperti partisipan dalam permainannya,,

Untuk pertama kalinya,, *selama menjomblo saja, tentu saja!*,, It feels like my body betrayed my mind when I was with this guy,, I cant control myself,, Aku hanya diam menikmati sensasi yang diberikannya (Not like what you think it is!), sementara otakku berteriak-teriak,, “Don’t do this, Icca!! You, stupid girl!! You’ll regret this!!Stop it!!”,,
Lalu bayangan wajah-wajah kecewa orang-orang yang kusayangi bermunculan,, yang menghentikan semua peperangan batin ini,,

I guess this is what it called ‘Lust’ not ‘Love’,,
Kita sering terjebak di situasi seperti ini,, membiarkan diri kita terlena dan terbuai oleh sensasi sesaat suatu sentuhan,, tapi setelah itu apa?
Hal yang berani kita lakukan tapi apa kita berani mempertanggung jawabkan segala resikonya??? I don’t think so,,

I barely know this guy,, There are many things that I don’t like about him,, like the way he read my sms and my writings in flashdisk purposely,, didn’t respect my so-called privacy,, padahal gw menjunjung tinggi banget ‘privacy’,, pasti dia adalah seorang possessive maniac yang harus dihindari,,  (Padahal baru kenal tp sy bs menjudge sebegitu jauh kan?!)
I just know him few weeks ago,, don’t know his complete name, his age, his personality, etc,,
The problem it’s not him at all,, he might be a nice guy,, he might be the one that I’ve been looking for? Who knows??
But the problem is,, I don’t love him,, I definitely don’t love him,,

And I want love,,

I want love first,,

I want to fall in love first,,
I want love,,

Please, let me love,,

Let me fall in love first,,

————————–I want Love—————————-

I want love, but it’s impossible

A woman like me, so irresponsible
A woman like me is dead in places

Other women feel liberated

I can’t love, shot full of holes

Don’t feel nothing, I just feel cold

Don’t feel nothing, just old scars

Toughening up around my heart

But I want love, just a different kind

I want love, won’t break me down

Won’t brick me up, won’t fence me in

I want a love, that don’t mean a thing

That’s the love I want,
I want love

I want love on my own terms

After everything I’ve ever learned

Me, I carry too much baggage

Oh man I’ve seen so much traffic

So bring it on,
I’ve been bruised

Don’t give me love that’s clean and smooth

I’m ready for the rougher stuff

No sweet romance, I’ve had enough

Dulu dia dekat
denganku,,

Sepertinya dia juga menyayangi aku seperti aku menyayangi dia,,

Aku ingat dulu saat
aku harus naik motor, dia meminjamiku sweaternya agar kulitku tidak terbakar
sinar matahari,,

Dia juga sering
memakaikan topinya padaku dengan tujuan yang sama saat aku bermain volly,,

Kami juga suka saling
menulisi kaos olah raga kami,,

Tulisannya cukup baik
sebagai seorang laki-laki,, bahkan lebih sedap dibaca dibandingkan denganku,, Dia
pernah menuliskanku bait lagu ‘Indah, Kuingat dirimu’ dan masih kusimpan hingga
kini,,

Waktu aku terkapar di
rumah sakit selama berhari-hari,, jauh-jauh dia mengunjungiku tanpa menunggu
teman-teman yang lain,, Juga sebaliknya,, saat dia yang terkapar di rumah sakit
beberapa bulan kemudian, aku datang menjenguknya,, tapi bersama teman-teman
lainnya,,

Kami suka duduk diatas
bangku saat istirahat dan memandang jauh ke lapangan dimana anak-anak lain main
bola,, dan tertawa saat aku salah bertanya, “Itu siapa yang jadi gawang?”,,

Dia dulu teman
baikku,,

Tapi dia sepertinya
berubah,,

Atau aku dahulu bukan
benar-benar teman baiknya,, sehingga tidak mengenal siapa dirinya sebenarnya,,

Saat kulihat dia
berjalan melewati ruangan,,

Aku mencuri-curi
pandang untuk melihat wajahanya,,bertahun-tahun lalu aku terakhir kali
melihatnya,,

Wajahnya masih sama
seperti dulu,, sama seperti yang ada dalam ingatanku,,

Mungkin hanya model
rambutnya yang sedik berbeda,, karena berada di tempat ini, rambutnya harus
‘cepak’,,

Dia juga melihat ke
arahku,,

Mata kami sempat
beradu walau hanya sekejap karena aku membalikkan pandanganku,,

Entah mengapa aku tak
sanggup melihat wajahnya,,

Mungkin malu,,

Mungkin keadaan yang
tidak mengenakan ini,,

Mungkin karena tempat
ini yang begitu tidak akrab,,

Mungkin karena aku
terjebak diantara dua sahabatku yang berseteru ini,,

Yang menyeret mereka
ke dalam jeruji besi ini,,

Oh temanku,,

Seandainya aku bisa
kembali ke masa lalu,,

Aku ingin mengenalmu
lebih jauh,,

Sehingga aku bisa
memperingatimu,,

Tentang masa yang akan
kau lalui,,

Bila kau masih tetap
menapaki jalanmu ini,,

Jadwal gw akhir-akhir ini masi aja sibuk buat kumpul ma temen2,, maklum program bales dendam,, semenjak gw pindah kerja yg liburnya 2x lipat dari kerjaan yang lama,, seakan gw terbebas dari perasaan ‘Dikejar-kejar waktu’ trus-menerus buat kerja,,
Karena cuma libur sehari dalam seminggu (di tempat kerja lama), pas libur gw bs bikin janji langsung ma 3 temen gw sekaligus,, yg akhirnya gw malah jd keteteran bgt!!

Dan baru minggu akhir bulan kmrn gw bisa ketemu tmn gw, Ajx, buat ntn brg, itu jg biz gw pulang kerja langsung ke Sutos,, pokoknya gila-gilaan deh jadwal gw,,

Hari minggu kmrn misalnya,, siang janjian jln ma LO girls di TP, biz gt mampir ke Carrefour janji ketemu temen2 kerja dulu, mlm kumpul ma temen SMA dan Nunung ngajak balikin DVD yg emg uda waktunya balikin,,

Mgkn Tuhan ngelarang gw buat forsir tenaga gw kok tiba2 temen gw SMA banyak yang ga bs dateng jd acaranya batal,, jadi gw bisa balikin DVD brg Nunung,, dan untungnya lagi dy yg jemput gw,,

Ada banyak waktu yang gw ‘curahin’ buat temen gw,, secara gw jomblo dan ga tgl brg keluarga,, yahh keluarga gw tuh temen2 gw,, senengnya punya banyak temen, jd ga penah ngerasa ‘sepi’ dan nganggur,,

Mereka,, temen-temen gw adalah orang-orang yg yang paling gw butuhin, gw percaya, gw sayangi,, tapi apakah mereka menganggap gw dengan sebaliknya?

Selintas gw mikir kaya gini setelah baca sms dari temen gw yg ngasi kabar klo salah satu temen kita ‘dipenjara’ gara-gara dijebak ma temennya sendiri yg artinya juga temen gw,, dan temen gw ini ngajakin gw mengunjungi ke penjara,,

*Shock! Shock! Shock!*

Shock karena dapet kabar temen gw DIPENJARA!, dengaer kata ‘Penjara’ aja bulu kuduk gw berdiri semua,,

Shock temen gw DIJEBAK temen gw sendiri jg!,,

Shock gw harus BERKUNJUNG ke penjara!!!

Di perjalanan temen gw nanya ke gw, ‘Cha, deg-deg’an?’,, dengan enteng gw jawab,, ‘Nggalah, bukan gw yang dipenjara,, Cuma maw jenguk doang!’,, tapi yahhh karena ini pengalaman pertama buat gw ma temen gw,, kita jd nyari2 informasi sama pengunjung laen,, ternyata ada step-step yang harus kita lalui sampai kita bisa ketemu dengan penghuni penjara yang kita kunjungi,,

1. Mengambil kartu antrian dengan menunjukkan KTP

2. Setelah nomer kita dipanggil, kita masuk, membayar Rp. 3000,-/org dan menyerahkan KTP

3. Menitipkan HP dan membayar Rp. 1000,-/Hp

4. Diperiksa tas dan badan

5. Menyerahkan kertas kunjungan

6. Diantarkan ke tempat tahanan dan penghuni bertemu

7. Tahanan/temen kita masuk ruangan dengan wajah sumringah luarrr biasa
(karena seneng banget kita jenguk)

Tips untuk Pengunjung:

1. Jangan bawa hp banyak-banyak (lebih dari satu)

2. Bawain makanan dan uang tunai karena makan di dalem beli sendiri alias ga disediain,, (temen gw sempet ngaku pernah ga makan 2 hari gara2 ga ada duit)

3. Jangan pake jaket (ga bakal boleh masuk)

4. Jangan pake kaos/baju warna biru muda,, ( karena tahanan pake kaos biru muda dan pas gw jg pake polo shirt warna biru muda,, untung ga disangka tahanan!!)

Mungkin uda liat kedatangan kita, temen gw tuh malah yang langsung nyamperin kita duluan dengan wajah super-sumringah,,

Persahabatan cowok tuh emang aneh dan complicated daripada cewek,, begitu 2 sahabat ini bertemu, mereka yang berpelukan, dan temen gw (si pengunjung) mencium, mengatakan bahwa dirinya kangen, dan nyeritain gimana dia bisa taw klo temen gw (si penghuni) masuk penjara,, percaya ga si?!

Saking asyiknya mereka ngobrol, temu kangen, gw dicuekin,, gw diem aja, sambil liat kanan-kiri,, pengunjung lain dan yang dikunjungi melakukan hal yang sama dengan kita,, Ada ibu mengunjungi anaknya, ada saudara mengunjungi saudaranya, ayah mengunjungi anaknya, suami mengunjungi istrinya, dan yg paling banyak adalah istri mengunjungi suaminya dan anak mengunjungi orang tuanya,, tanpa tersadar gw mengamati dengan lama salah satu pengunjung *seorang istri* yang mengunjungi suaminya,, dimana tangan mereka berpegangan dan sesekali suaminya membelai wajahnya,, hingga temanku menepuk tanganku, sehingga aku terperanjak dan menengok ke arahnya,, lalu dia menggelengkan kepalanya tanda larangan,,

Sekitar 1 jam kita bertemu lalu waktu berkunjung pun telah berakhir,, gw ma temen gw pamit,, dan berjanji akan menjenguk lagi,, entah kapan???!!,,

Saat di perjalanan pulang kita,, gw ma temen gw berkata, ‘Jangan sampe, ya?!’,,

Memikirkannya,, melihat temanku,, Kalau dia adalah aku,, betapa berat cobaan yang diberikan Tuhan pada orang tuaku,, I told myself,, “Jangan sampai ya Cha,, melukai hati orang tua sebegitunya,,”   

*to be continued*

Kau Buatku Menangis,,

Hariku berlalu dengan
kewajaran seperti biasanya,, dimana aku bekerja di pagi hari, istirahat di
siang hari, dan dikahiri dengan bermain dengan teman-teman yang aku senangi
hingga larut malam,,

Di sela waktu seharian
itu, seorang lelaki mengirimiku sms secara berkala. Ada kalanya aku membaca
dengan seksama dan membalas, tapi sering kali juga aku hanya membaca dan
melupakannya hingga sms selanjutnya datang dengan isi yang berbeda,, terkadang
smsnya seperti mengejar-ngejarku dengan pertanyaan yang tak ada habisnya
sehingga membuatku sedikit ‘jengkel’,, tetapi jika tak ada jawaban dariku, maka
ia akan meneleponku,,

Pertanyaannya hari itu
memang sedikit janggal dari biasanya,, dia menanyakan dimana tepatnya rumahku,,
hingga warna pagar pun dia tanyakan. Karena saat menelepon, aku sedang
menyetir, kujawab sekenanya saja.

Sekian lama karena
disibukkan oleh pekerjaan baru, baru kali ini aku ‘menyisakan’ waktu untuk
bertemu dengan teman-teman ‘Akademos’ku,, begitu banyak hal yang ingin dibagi
sehingga waktu seakan terbang dengan begitu cepatnya,, Malam pun semakin larut.
Dengan berat hati aku berpamitan terlebih dahulu dari teman yang lain,
mengingat pagi sekali aku harus kembali bekerja,,
Lelaki ini masih juga
memburuku dengan sms-smsnya yang tak putus-putus,, sampai akhirnya aku berada
di rumah, dan ‘melaporkannya’ padanya.

Aku berhenti di depan
rumahku, keluar dan membuka pagar untuk diriku sendiri, memasukan mobilku, lalu
menutup kembali pagar rumahku dan menguncinya. Aku mulai memasuki rumahku dan
mendapatinya dalam keadaan gelap dan sepi seperti biasa. Aku terus berjalan
menuju kamarku yang berada di lantai atas,, adalah sebuah meja makan yang pasti
akan selalu aku lewati,, disanalah kutemukan rangkaian bunga tergeletak
diatasnya. Aku mengambilnya dan membaca kartu yang disisipkan diantaranya. “To:
My Angel” katanya,, entah sejak kapan keberadaanku di dunia disamakan bak
malaikat bagi seseorang???. Tapi justru dari situ aku tahu siapa pengirimnya.

Walaupun kutahu hati
ini masih tidak membiarkan dirinya untuk menerima sebentuk cinta secara pasif
maupun aktif, tapi ternyata keangkuhannya bisa juga diluluhkan oleh sebentuk
rangkaian sebuah bunga mawar putih dikelilingi oleh mawar merah jambu yang
menurut sang pemberi bermakna diriku dalam dirinya.

Tertegun aku melihat
rangkaian bunga itu,, mungkin karena caranya memberikannya membuatku terkejut, mungkin gerangan si pemberi
yang tidak kusangka-sangka akan melakukannya, dan mungkin juga ketulusan
hatinya yang tersirat begitu jelas,, Tapi yang pasti,, ada sebentuk perasaan
muncul yang diakibatkannya,, perasaan yang telah lama hilang sejak aku tidak
tinggal dengan orang tuaku. Perasaan yang kita dapati setiap kita pulang ke
rumah hanya karena melihat lampu dan televisi yang masih menyala, mendengar
dentingan sendok dan garpu yang beradu yang menandakan ada kehidupan di
dalamnya, ada sosok yang kita kenali disana,, menunggu. Perasaan yang bisa
mendamaikan hati, menyapu semua peluh, dan membawa kelegaan karena telah berada
di rumah. Iya,, benar,, keberadaannya seakan memberi perasaan padaku bahwa “Kemana
pun aku pergi, disana ada seseorang yang menungguku untukku kembali”,, Di dalam
kegelapan dan kesunyian rumahku, aku pun mulai menangis.

Kukatakan Dengan Indah

kukatakan dengan indah
dengan terbuka
hatiku hampa
sepertinya luka
menghampirinya

kau beri rasa
yg berbeda
mungkin kusalah
mengartikannya
yang kurasa cinta

* tetapi hatiku
selalu meninggikanmu
terlalu meninggikanmu
selalu meninggikanmu

** kau hancurkan hatiku
hancurkan lagi
kau hancurkan hatiku
tuk melihatmu

kau terangi jiwaku
kau redupkan lagi
kau hancurkan hatiku
tuk melihatmu

membuatku terjatuh
dan terjatuh lagi
membuatku merasakan
yang tlah terjadi
semua yang terbaik
dan yang terlewati
semua yang terhenti
tanpa kuakhiri

-Peterpan-

Aku Ingin Bertemu

Aku ingin bertemu,,
Aku ingin bertemu dengannya selalu,,
Aku ingin bertemu dengannya teramat sangat,,

Aku tak tahu lagi,,
Mana mimpi, mana kenyataan?
Mimpi tentangnya terasa begitu nyata,
Kenyataan bertemu dengannya tampak seperti mimpi belaka,,

Aku merasa begitu hampa,,
Ada banyak hal yang ingin kuberikan untuknya
Tapi tak bisa kuberikan,,
Aku tak bisa melakukan apa-apa,,

Aku bahkan tidak melakukan apa-apa,,
Aku tidak melakukan apa-apa,,

Malam sudah semakin larut saat aku berjalan di jalan ini dengan dia di sampingku,, Sepertinya sudah lebih dari beratus malam yang lalu jalan ini pernah kulalui bersamanya,, yang membuat pikiranku melayang-layang mencari suatu ingatan itu,, Seratus malam yang lalu,, dan sepertinya bukan hanya aku saja yang berusaha mengenang kembali ke malam itu,, karena akhirnya dia berkata saat hamparan gelombang biru tenang mulai tampak dalam pandangan,, “Remember?”,,

Seratus malam yang lalu,,
Mungkin aku gila, atau mungkin bodoh,, hanya dengan mendengarnya berkata dalam telepon beberapa menit yang lalu,, “Meet me at… midnight…”,, dan sekarang aku berjalan seorang diri di tengah malam buta dalam sepi hanya untuk menemuinya,, Memang sepertinya akal sehatku sudah keluar dari kepalaku,, dan mungkin memang aku sudah tidak ada akal sehat lagi,, yang ada hanya kegilaan,, karena nyatanya aku punya keberanian ini sebesar ini untuk keyakinan yang hampir tak kumiliki,,
Sungguh aku sangat tidak mempercayai diriku sendiri,,

Kupercepat langkah kakiku,,
Aku hanya ingin sampai ke tujuanku tanpa terlihat oleh siapapun,, karena aku pun tak ingin orang lain sampai melihatku, terlebih menyapaku dan bertanya “Where are you going this late, Ca?”,, aku tidak punya jawaban untuk pertanyaan sesederhana itu dan aku juga tidak mempersiapkan diriku mendapat pertanyaan itu,, Seandainya itu benar-benar terjadi aku hanya bisa menjawab,, “Well, you know, I’m going crazy!”,,

Saat aku sampai disana, dan kenyataan bahwa dia tidak ada disana menampar wajahku keras-keras,,
Hatiku mulai memperolok diriku sendiri,, “See,, who’s the biggest loser now?You’re so stupid, Ca!Look at yourself!”,, tapi entah kenapa kakiku tetap tak segera beranjak dari situ,, aku tetap menunggunya disana,,

Setiap menit yang berlalu terasa seperti ratusan menit,,
Semakin lantang makian dalam otakku pada diriku sendiri,, Ingin rasanya aku berlari kembali ke tempatku berasal,, menyumpahi diriku sendiri sepanjang malam,, dan membiarkannya memperalat otakku hingga pagi menjelang,,
Tapi nyatanya, aku tetap disana menunggunya dalam diam dan sunyi,,
Sesekali seseorang tak ku kenal berlalu dihadapanku sambil memandang penuh tanya,, aku tak mempedulikannya,,

Entah berapa menit sudah berlalu,, sampai akhirnya kulihat dirinya berlari dari kejauhan,, semakin lama semakin dekat,, dekat,, dan dekat,,
Bagaikan seorang pahlawan hari itu yang membawakanku sebongkah kepercayaan diri,,
Aku pun mulai mengatai balik bagian diriku yang lain dengan penuh kemenangan,, “See I ‘ve told you!!He’ll come!!He wont let me down!!”,, hingga dia akhirnya tiba dihadapanku dan berkata, “I’m sorry I’m late.”,, dan membeberkan alasan masuk akal yang sudah tak begitu ada artinya lagi bagiku,,
Bagiku yang terpenting adalah kehadirannya, sehingga aku bisa yakin akan kewarasan diriku yang kuragukan sejak tadi,,

Apa yang kemudian terjadi antara aku dan dia malam itu menjadi satu alasan utama yang membuat aku dan dia kembali berjalan berdampingan di jalan ini,, malam ini,, aku dan dia,, sejenak dalam suatu ingatan masa lalu yang mengantarkan kami kembali ke masa sekarang,,
Dengan sedikit tersipu aku tersenyum dan berkata, “Yes, I remember.”

Laki-laki seperti dia,,

Jakarta, 3 Maret 2008

Sore hari itu dipadatnya antrian busway di halte Senen,, aku dan saudariku memaksakan diri masuk ke dalam busway berdesakan dengan penumpang lain,,
Tak ada pilihan lain,, karena kita tak tahu berapa lama busway yang selanjutnya akan tiba dan juga kemungkinan besar keadaannya juga sama penuh,,
Di dalam sesaknya busway itu tidak ada bagian tubuh lain yang bisa digerakkan selain tangan untuk meraih gelang-gelang dan tiang memanjang sebagai pegangan di atas kepala,, dan kepalaku, untuk sekedar menengok, mendongak atau mengangguk,,
Lalu kumengalihkan pandanganku ke samping kananku,, Kumelihat seorang wanita bernasip sama sepertiku berdiri terhimpit,,
Satu perbedaan kami berdua yang mencolok adalah pegangan kami,, Sementara tumpuanku hanya gelangan yang kupegang erat di atas kepalaku,, dia bertumpu kepada lengan seorang lelaki di hadapannya yang dipegangnya erat,, aku menduga laki-laki itu adalah suaminya,,
Lelaki itu,, saat yang sama juga sedang menggendong seorang anak laki-laki -yang kemungkinan besar adalah anaknya- berusia kurang-lebih tiga tahun,,
Tertegun aku melihatnya,,
Lelaki itu,,
Suami wanita itu,,
Bahkan dalam keadaan sesederhana ‘berdiri terhimpit dalam busway’ tercermin sosok lelaki seperti apa dia,,
Satu tangannya menggendong anaknya, satu tangan lainnya berpegangan pada tiang di atas kepalanya untuk menjaga keseimbangan dirinya sendiri yang artinya juga untuk istri dan anaknya,,
Sesesaat aku mengganti tumpuan dari tangan kiri ke tangan kanan karena merasa tangan kiriku mulai lelah dan kebas sambil terus memandanginya,,
Aku menimbang-nimbang berapa kilogram berat anak lelakinya,, mungkin sekitar 15 kilogram,, lalu berat badan laki-laki itu yang cukup tinggi dan besar, mungkin 80 kilogram,, ada saat dia mengganti ‘pekerjaan’ antara tangan kanan dan kirinya dengan bantuan isterinya,, dan ringisan di mimik wajahnya,, tapi tak sekalipun kumendengarnya berkata, “berat”,, meminta bergantian menggendong anaknya dengan istrinya atau berniat menurunkan anaknya,, malahan dia masih sempat mengalihkan perhatian anaknya –dari keadaan kurang mengenakan- dengan menanyakan keadaannya atau pemandangan di luar jendela,,
Mungkin terlalu lama aku memandang sehingga obyek pandanganku ini pun merasa,, dia membalas pandanganku dengan senyuman,,
Begitu tampan,,
Ketampanan yang terlihat jelas dari sikapnya,,
Aku membalas senyumannya,,
Dan seketika itu aku merasa sangat jatuh hati pada laki-laki itu,,
Ya,, aku jatuh hati pada laki-laki seperti dia,,

Sekedar informasi lelaki itu baru menurunkan anak lelakinya setelah sampai di stasiun UKI,, dimana dia dan keluarga kecilnya begitu pula aku dan saudariku keluar dari busway yang penuh sesak itu,, Dari Senen-UKI mungkin memakan waktu sekitar setengah jam,,
Bisa dibayangkan bagaimana ‘rasanya’ mengangkat beban seberat 15 kilogram selama 30 menit non-stop ditambah berat badannya sendiri,,

Kenapa kamu Selingkuh???

Sebenernya gw uda lama punya ‘tulisan’ tentang selingkuh, tp ga gw post di Blog, karena gw ga maw cenderung ‘mengejudge’ seseorang pelaku perselingkuhan,, jadi untuk postingan kali ini, gw ngajak kalian semua temen2 gw atau siapapun yg kadang2 suka baca blog gw untuk ‘ikutan’ ngasi ‘masukan buat gw,, dengan menjawab pertanyaan diatas,, ayo kita ‘sharing’ bareng,, bukan cuma pelaku perselingkuhan tapi juga ‘kamu’ korban perselingkuhan atau ‘kamu’ yang jadi orang ketiga,, atau kamu yang ga pernah ngalami tp punya ‘uneg-uneg’ tentang selingkuh,, please I need your comment,, klo kalian ga pengen nama kalian appear disini u can all just send it through message,, or email me at cintapucinno@yahoo.com,, thank you,,

Pada dasarnya yg mesti lo jawab pertanyaan dibawah ini,,
1. ‘Kenapa kamu selingkuh?’ atau
2. ‘Kenapa kamu mau dijadikan selingkuhan?’ dan
3. ‘Apa akhir cerita dari perselingkuhanmu?’,,

THE REASON,,

Kenapa gw pengen nulis tentang selingkuh??
Karena ‘MUAK’,, I had enough of hearing cerita tentang perselingkuhan baik itu dari temen-temen gw, sdr-sdr gw, lirik lagu yg marak dgn tema perselingkuhan, cerita di TV, ato di film seri Korea kesukaan gw,, dan diri gw sendiri,,
Harapan gw ‘Tulisan’ ini bisa membantu salah satu temen gw dan juga diri gw sendiri keluar dari belenggu perselingkuhan,, so guys,, HELP US!!!
Your participation would be an appreciation to me,, I’ll be waiting for your answer,,

I have the question, so I have my answers also,,
Here they are my own answers for those questions,,

1. Kenapa gw selingkuh…
Gw termasuk cewek yang pasif,, gw ga deketin klo ga dideketin,, gw ga nyapa klo ga disapa,, dan terlebih gw ga mencintai sebelum dicintai terlebih dahulu,,
Kenapa gw selingkuh itu karena seseorang datang pada saat gw berstatus ‘in relationship’,, karena lelaki ini menawari aku ‘sebentuk cinta’,, dan aku ‘hanya’ menerimanya,, jadi apa ruginya? Malah mungkin ‘bahagia’ karena gw dapet banyak perhatian, banyak cinta, banyak untungnyalah,,
Biasanya selingkuhan gw tuh cowok yang uda punya pacar jg,, setidaknya gw merasa ‘ADIL’,, dia taw gw uda punya pacar, gw taw dia uda punya pacar, jadi saat gw/dia lg ama pacar masing2 yahh kita saling memberi kesempatan,, intinya adalah bukan gw memulai duluan tp gw menerima ajakan selingkuh,,
*What an evil I was,, the shame was on me,, I’m so not proud of it*,,

Sebagai pelaku perselingkuhan gw jd belajar 3 hal,,
1. Cowok/cewek yang deketin cewek/cowok yang uda punya pacar, pasti niatnya ga baik,,
2. Akhir dari sebuah perselingkuhan cuma ada 2: Kembali ke pacar pertamanya atau kehilangan dua-duanya,,
3. Sesuatu yang diawali dengan hal yang tidak baik, akhirnya juga tidak akan baik,, *biasanya terjadi saat kita memutuskan untuk bersama selingkuhan kita dan meninggalkan pacar kita*,,

2. Kenapa gw maw dijadikan selingkuhan,,
Basically jawabannya sama kaya diatas,, he sort of chose me,, not I chose him,, dia membiarkan aku merasakan ‘cintanya’ dan aku pun ingin merasakan cintanya,, (Karena) dia begitu indah,, Dia mengajarkan aku kembali bahwa kita tidak perlu melakukan hal besar untuk mengekspresikan cinta kita,, hanya sebentuk perhatian kecil bila cinta menyertainya akan menghasilkan efek yang begitu besar,,
(Karena) aku terlalu kesepian,, terlalu patah hati,, dia datang di saat aku mulai kehilangan kepercayaan diriku untuk merasakan cinta,, entah bagaimana caranya, dia membuatku merasakan ‘pure love’ dimana tak perlu ada alasan untuk memilikinya di dalam hatiku,,
(Karena) dia begitu tampan,, matanya begitu indah,, ia seperti bisa menghipnotisku saat aku melihatnya untuk melakukan apa pun di luar alam sadarku,, merasa bangga berada disisihnya,, bisa menyentuh wajahnya,, seperti sebuah mimpi saat dia ada dihadapanku,, mimpi yang indah tentu saja,,
(Karena) aku terlalu takut mencintai seseorang dan dicintai seseorang dengan teramat sangat,, itu sebabnya aku mencintai dia,,
Karena dia aku jadi mengerti makna kata ‘Unreasonable Madness’,,

3. Akhir dari cerita perselingkuhan gw,,
Kesedihan,,
Kesedihan,,
Penderitaan,,
Penderitaan,,
Penyesalan,,
Penyesalan,,

Gw ga pernah menyangka bahwa perbuatan gw yang tanpa pikir panjang,, iseng-iseng doank,, coba-coba doank,, gw ‘BAYAR’ dengan melihat ‘orang’ yang begitu berarti dalam hidup gw, menangis di depan gw,, what they had done that they had to receive such behaviour from me,, they did not deserve that,, The blame was all on me,,
*Saat kita menyakiti orang yang kita sayangi, maka kita akan merasakan sakit yang berlipat-lipat ganda lebih sakit daripada yang mereka rasakan*,,

They said:
Being deeply loved by someone gives you strength,
while loving someone deeply gives you courage.
(Dicintai teramat sangat oleh seseorang memberimu kekuatan dan mencintai seseorang teramat sangat memberimu keberanian)

*Saat kita selingkuh yang kita rasakan adalah rasa takut belaka,, kecemasan,, kebimbangan,, keraguan,, artinya kita tidak benar-benar mencintai atau dicintai orang tersebut,, kita telah salah mendeskripskan ‘cinta’ itu sendiri*,,

Now it’s your turn to give me your answers,, thank you,,

Meet Miss Intolerably Cruel

Hanya tinggal beberapa hari saja,, I’ll be celebrating my first anniversary for being ‘Single’,,
yuhuuuyyy,,
Nggak nyangka gw bs nge-jomblo selama ini,, pengalaman gw setelah menjomblo selama setahun adalah,, ada suka-dukanya,, mungkin malah banyak sukanya,, tergantung kita ngeliatnya yahh,,

Being single gives me change to… have more close friends than I had before, have a new community,, done social things,, have time to focus on myself therefore I could finish my thesis, had a job, learn foreign language, improve my writing skills, intinya adalah berkesempatan untuk mengembangkan diri dan meraih cita-cita gw tanpa ‘merasa’ terhalangi oleh adanya seorang pacar,,

Dukanya ga punya pacar adalah,, tangan kasar, badan kaku, bibir kering,, *LOL*,,
ga ada yg ‘wajib’ gw telp tiap mlm, g ada yg ‘ngapel rutin’, ga ada yang memandang dengan ‘amazed eyes’ ke arah gw *hiks*,, ga ada yg bilang ‘aku sayang kamu’ tiap mlm, ga bisa menyalurkan kegombalan gw dalam merangkai kata-kata indah nan mesra,, *LOL*,, (takut klo ngasi ke sembarang org bisa bikin mereka ‘ge-er’),, ga ada yg nemeni ntn tv, sehingga gw jd jarang bgt ntn tv, bingung pergi ma siapa klo disuruh bonyok ke kondangan dan yg paling penting adalah… ga ada yg nyuciin mobil gw,, *huahahahahahhahahahahhaha*,,

I’ve been questioning myself, why? Why am I still single?,, the problem was not because there’s no guy,, there are several guys,, tapi gw bilang ini adalah *Penyakit* yg gw idap skrg ini dan tampaknya cukup kronis,,

Ada tipe cewek ‘pemberi harapan’,, harapannya bisa bersifat nyata dan semu,, ciri-ciri cewek spt ini adalah memberi ‘pesan’ kepada laki-laki yang menyukainya seakan-akan ada harapan untuk mereka berpacaran,, bahwa this girl responds the boy’s feeling,, tapi setelah nih cewek ditembak, dia nolak,, *Totally bitch*,, tp itulah The power of women,, ‘Menang nolak’ while men, ‘Menang milih’,,
Being single gives you the awareness of opposite attracts,, klo ada cowok ‘niat’ deketin kita pasti ngerasa sinyal-sinyalnya,, I am not a type of girl who gives hope,, I much more worst than that,,

Cowok yg PDKT ke gw tuh paling cuma sampe kencan pertama doank setelah itu hilang-lenyap ga ada kabarnya,, bukan Innalillahi lho yahh,, *What I have done to them?*,, at first I didn’t realize it, tp gw jg heran kok mesti ga ada kelanjutan setelah kencan pertama,, ternyata sumber dari segala sumber adalah diri gw sendiri,, Penyakit gw adalah ‘Tidak memberi harapan sama sekali’,, whenever a guy had showed his intention to be my bf, I sort of ‘done’ or ‘said’ things implicitly meaning ‘You don’t have a chance’ or ‘I’m not interested’ baik itu secara sadar gw lakuin maupun ga sadar,, bkn karena gw ga suka ma mereka,, I dunno I just sort of done it purposely,, *Oh my God, I’m a cruel bitch*,,
In explicit way:
A guy : Ada ngga kemungkinan hubungan kita berlanjut dari ‘friend’ to ‘lover’?
Icca : Hmmmmm….(0.3) ngga.

Seumpama gw adalah Traffic Light dan cowok ada sebuah mobil,, maka setiap kali mobil melintas yg gw nyalain adalah lampu Merah,, I wont let them through, so they have to turn back,,

Temen gw bahkan ngasi perumpamaan yg ‘kejem’ bgt tentang diri gw,, seperti dalam pertandingan sepak bola,, gw ngebantu seorang pemaen menggiring bola sampe ke depan gawang lawan,, tapi pas mereka maw ngeGOLin tuh bola, ehhh malah gw sendiri yg nangkep tuh bola,, halangin bolanya masuk gawang,,
*Perumapaan yang bagus sekali, my friend*,,

I think this is an effect of me being afraid to love and to be loved,, tapi sampe kapan gw kaya gini terus?? Right now, I’ve been trying to collect every tiny little piece of strength within myself,, when the time is come, I hope I finally can face what I’ve been afraid of,, *seperti bagaimana aku bisa untuk tidak berteriak-teriak saat melihat kecoa, tapi berlari-lari mengambil sapu, lalu membunuhnya – Still a cruel bitch – LOL*,, Aminnnn,,, Aminnnn,, Aminnnn,,

R.E.B.O.R.N.

Aku percaya segala macam kata pepatah semua benar adanya,, mulai pepatah yang sederhana seperti “Hemat pangkal kaya” atau “Rajin pangkal pandai”,, dan juga “Kegagalan adalah sukses yang tertunda”,,
Dalam kata pepatah ini (*kegagalan adalah sukses yang tertunda-red), kita bisa menangkap bahwa pada akhirnya kita pasti meraih kesuksesan walaupun kita mengalami kegagalan,, tetapi saat kita mengalami kegagalan terus-menerus,, hal ini bisa membuat kepercayaan diri kita untuk meraih kesuksesan hilang,, dan bisa membuat kita menyerah,,

*Petikan sebuah kalimat dalam ‘my precious novel’, The Zahir,,*
Mengapa orang tidak merasa bahagia?
Karena dia berusaha mengurung kekuatan murni cinta meresap dalam jiwanya. Dia seharusnya memberi jalan bagi kekuatan itu untuk memanifestasikan diri setiap hari dengan cara yang dipilihnya sendiri, dan membiarkan kekuatan itu menuntunnya. Tetapi untuk melakukannya sangatlah sulit karena kekuatan itu dihadang oleh berbagai macam hal yaitu oleh rasa putus asa, takut, kesepian, dan usaha untuk mengendalikan hal-hal yang tak bisa dikendalikan.

Adalah aku yang mengalami kegagalan bercinta berkali-kali,,
Adalah aku yang kehilangan segala kepercayaan diri untuk meraih kesuksesan dalam bercinta,,
Adalah aku yang berhenti berharap pada apa pun yang dinamakan ‘cinta’,,
Adalah aku yang sekarang ini berada di titik menyerah,,
Adalah aku yang telah berhenti memohon kepada Allah,,

*For my beloved friend,, who made me realize that I was still live in my past and live in my sorrow,, who listened to my misery in the middle of the night, who encouraged me to believe again,, to start to pray again,, who’s been there for me when I needed someone the most,,
thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you, thank you,,,,,*

« Newer Posts - Older Posts »